Dari kale Gowa ke Sumba Opu: merajut simpul-simpul kerajaan Gowa di Sulawesi Selatan
Sumalyo, Yulianto; Pradadimara, Dias; Perdana, Andini; Iswadi, Iswadi; Ihsan, Nur; Rustan, Rustan; Kurniawan, Rahmat; Supriadi, Supriadi; Mulyadi, Yadi
Di semenanjung barat Pulau Sulawesi, utamanya di Kota Makassar dan di sekitarnya dibagian selatan dan timur kota, bisa ditemukan belasan benteng. Tak diragukan lagi,
Benteng Ujung Pandang/Fort Rotterdam bahkan bisa dianggap sebagai salah satu ikon Kota Makassar yang menjadi pusat perhatian bagi pengunjung dari luar kota dan luar
negeri. Namun,benteng tersebut ha nya satu dari sekia n ba nyak benteng yang adawilayah ini. Benteng-benteng ini meru pakan bag ian dari pusaka (heritage) ya ng tangible
yang dimiliki tidak hanya oleh masyarakat Kota Makassar atau masyarakat penutur bahasa Makassar atau masyara kat Sulawesi Selatan, tetapi benteng benteng ini adalah
pusaka dari bangsa Indonesia dan menjadi bagian dari tradisi pembuata n benteng di dunia.
Tidak banyak daerah di Indonesia dimana bisa ditemukan serangkaian benteng yang dibangun ratusan tahun yang lalu. Sebagian besar benteng ini dibangun dengan
fungsi perta hanan sebagai alasan utama perencanaan dan pembangunannya.Dari Benteng Tallo di muara Sungai Tallo di Kota Makassar, kearah selatan ke daerah Ujung Tanah (kini Pelabuhan Sukarno Hatta, terus ke selatan Benteng Rotterdam hingga Benteng Somba Opu dan berujung di Benteng Barombong, bisa d itemukan bukti-bukti tinggalan benteng dan/atau sisa-sisa tembok pertahanan yang membentang melind ungi garis pantai sepanjang lebih dari 10 kilometer.Dan jauh di sebelah selatan, kurang lebih 40 kilometer dari Kota Makassar, dapat ditemui Benteng Sanrabone. Namun, tidak semua benteng dibangun di tepi pantai. Benteng Ka le Gowa yang bisa dianggap sebagai benteng paling tua dan paling penting, kini berada di Sunggu minasa Kabupaten Gowa, tidak jauh dari Sungai Jeneberang namun cukup jauh dari garis pantai.
Benteng Ujung Pandang/Fort Rotterdam bahkan bisa dianggap sebagai salah satu ikon Kota Makassar yang menjadi pusat perhatian bagi pengunjung dari luar kota dan luar
negeri. Namun,benteng tersebut ha nya satu dari sekia n ba nyak benteng yang adawilayah ini. Benteng-benteng ini meru pakan bag ian dari pusaka (heritage) ya ng tangible
yang dimiliki tidak hanya oleh masyarakat Kota Makassar atau masyarakat penutur bahasa Makassar atau masyara kat Sulawesi Selatan, tetapi benteng benteng ini adalah
pusaka dari bangsa Indonesia dan menjadi bagian dari tradisi pembuata n benteng di dunia.
Tidak banyak daerah di Indonesia dimana bisa ditemukan serangkaian benteng yang dibangun ratusan tahun yang lalu. Sebagian besar benteng ini dibangun dengan
fungsi perta hanan sebagai alasan utama perencanaan dan pembangunannya.Dari Benteng Tallo di muara Sungai Tallo di Kota Makassar, kearah selatan ke daerah Ujung Tanah (kini Pelabuhan Sukarno Hatta, terus ke selatan Benteng Rotterdam hingga Benteng Somba Opu dan berujung di Benteng Barombong, bisa d itemukan bukti-bukti tinggalan benteng dan/atau sisa-sisa tembok pertahanan yang membentang melind ungi garis pantai sepanjang lebih dari 10 kilometer.Dan jauh di sebelah selatan, kurang lebih 40 kilometer dari Kota Makassar, dapat ditemui Benteng Sanrabone. Namun, tidak semua benteng dibangun di tepi pantai. Benteng Ka le Gowa yang bisa dianggap sebagai benteng paling tua dan paling penting, kini berada di Sunggu minasa Kabupaten Gowa, tidak jauh dari Sungai Jeneberang namun cukup jauh dari garis pantai.
Detail Information
- Publisher
- Direktorat Kebudayaan
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2019-10-17T03:27:04Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah