• Beranda
  • Tentang Kami
    Sejarah Visi dan Misi Tata Tertib Jam Layanan Fasilitas Pustakawan Struktur Organisasi Berita Perpustakaan
  • Layanan Perpustakaan
    Layanan Baca di Tempat Layanan Sirkulasi Layanan Referensi Layanan Penelusuran Informasi Layanan Bimbingan Literasi Informasi Layanan Ekstensi
  • Layanan Referensi
    Layanan Meja Informasi Layanan Bimbingan Penggunaan Koleksi Referensi Layanan Penelusuran Layanan Konsultasi Layanan Kesiagaan Informasi
  • Keanggotaan
    Area Anggota Buku Tamu Survey Kebutuhan Survey Kepuasan Pendaftaran Anggota Online FAQ
  • OPAC
  • Pilih Bahasa : Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu
Semua Komputer Filsafat Agama Sosial Bahasa Sains Teknologi Seni Sastra Sejarah

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
  1. Global Darussalam Academy
  2. Katalog
  3. Pola hubungan ketetanggaan pada masyarakat kota (studi kasus...
REPOSITORY ITEM
Repositori Kemendikdasmen
Kembali

Pola hubungan ketetanggaan pada masyarakat kota (studi kasus di rumah susun menanggal, Surabaya)

Waluyo, Harry; Purna, I Made

Sebagai makhluk sosial, manusia tidak dapat hidup tanpa dengan adanya orang lain, kecuali untuk jangka waktu dan ruang tertentu,manusia membutuhkan kehidupan dirinya sebagai makhluk individu. Dalam pidato yang berjudul On Social Structure (1939), Radcliffe Brown mengusulkan untuk membedakan antara individu (individual) dengan person. Individu adalah manusia sebagai organisme, dan person adalah orang yang mempunyai kedudukan dalam struktur sosial. Dalam kehidupannya sebagai warga masyarakat, setiap orang (person) terjerat dalam struktur-struktur sosial yang ada dalam masyarakatnya.Masing-masing struktur sosial tersebut mengatur kedudukannya dalam kaitannya dengan kedudukan-kedudukan dari orang-orang lainnya yang secara keseluruhannya memperlihatkan corak tertentu yang berbeda dari struktur sosial lainnya. Corak dari suatu struktur sosial ditentukan oleh konfigurasi dari kegiatan- kegiatannya. Adanya kedudukan-kedudukan yang diatur oleh struktur sosial tersebut menuntut dan menghasilkan adanya peranan-peranan yang sesuai dengan kedudukan-kedudukan tersebut (Suparlan, 1986).
Detail Information
Publisher
Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional
Tahun
1989
Bahasa
en
Last Updated
2019-03-16T05:04:49Z
Subjects / Keywords
Kebudayaan Nilai Budaya Buku Sekolah
Akses Dokumen
Unduh PDF
Hak Cipta & Lisensi

Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.

Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).

Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.

Global Darussalam Academy
Global Darussalam Academy
  • Masuk sebagai Admin
  • Download Buku Panduan Aplikasi

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Statistik Pengunjung

Hari ini 16.374
Online: 16.374 Onsite: 0
Bulan ini 247.538
Online: 246.840 Onsite: 698
Total 537.777
Online: 529.030 Onsite: 8.747

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek


© 2026 — Berbasis SLiMS | Dikelola oleh ePERPUS WhatsApp

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik

Isilah satu atau lebih bidang di bawah ini untuk mempersempit pencarian Anda

Kemana ingin Anda bagikan?
Beranda OPAC Login Daftar