• Beranda
  • Tentang Kami
    Sejarah Visi dan Misi Tata Tertib Jam Layanan Fasilitas Pustakawan Struktur Organisasi Berita Perpustakaan
  • Layanan Perpustakaan
    Layanan Baca di Tempat Layanan Sirkulasi Layanan Referensi Layanan Penelusuran Informasi Layanan Bimbingan Literasi Informasi Layanan Ekstensi
  • Layanan Referensi
    Layanan Meja Informasi Layanan Bimbingan Penggunaan Koleksi Referensi Layanan Penelusuran Layanan Konsultasi Layanan Kesiagaan Informasi
  • Keanggotaan
    Area Anggota Buku Tamu Survey Kebutuhan Survey Kepuasan Pendaftaran Anggota Online FAQ
  • OPAC
  • Pilih Bahasa : Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu
Semua Komputer Filsafat Agama Sosial Bahasa Sains Teknologi Seni Sastra Sejarah

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
  1. Global Darussalam Academy
  2. Katalog
  3. Membangun pemahaman multikulturalisme: Perspektif arkeologi
REPOSITORY ITEM
Repositori Kemendikdasmen
Kembali

Membangun pemahaman multikulturalisme: Perspektif arkeologi

Aris Tanudirjo, Daud

Bagaimana Arkeologi dapat membantu menjawab masalah multikulturalisme di
Indonesia ini ? Memang harus diakui, sesungguhnya tidak mudah bagi Arkeologi untuk menjawab
pertanyaan itu. Namun, sebagaimana dikemukakan Ashworth et als (2007), keberagaman budaya
(multikulturalisme) di Indonesia adalah akibat perjalanan panjang sejarahnya yang ditandai
dengan gelombang-gelombang migrasi dan difusi budaya ke wilayah Nusantara. Karena itu, untuk
menjawab masalah keberagaman budaya di Indonesia dibutuhkan pelacakan sejarah budaya di
kawasan ini. Di sinilah Arkeologi dapat memberikan sumbangan yang utama. Sebagaimana
dinyatakan oleh Hodder (1987), Arkeologi dapat berperan sebagai sejarah jangka panjang
(archaeology as long term history). Dengan kemampuannya meretas ke masa yang amat silam (remote past), arkeologi dapat mengungkapkan perubahan-perubahan yang berlangsung lama
dan bertahap, yang sulit dilacak oleh bidang ilmu lainnya. Meskipun Arkeologi lebih banyak
melakukan kajian pada budaya bendawi, seperangkat metode yang diterapkannya ternyata
mampu mengungkap fenomena multikulturalisme di masa lampau, di antaranya melalui analisis
terhadap kesamaan dan perbedaan benda dan atribut benda yang merupakan representasi dari
setiap budaya. Karena itu, arkeologi akan memilah-milahkan data yang dikajinya sehingga
diperoleh pola pengelompokan yang bersifat politetik . Artinya, jika beberapa himpunan yang
berisi artefak dengan atribut tertentu saling dibandingkan, maka akan terlihat beberapa ciri yang
sama sementara beberapa ciri lainnya hanya terdapat pada himpunan tertentu (Clarke, 1968;
Osborn, 1989). Hal ini setidaknya menyiratkan ada unsur-unsur budaya tertentu yang dimiliki
bersama, sedangkan unsur-unsur khas yang menjadi identitas khusus budaya itu tetap
dipertahankan dan tidak lebur.
Selain itu, berdasarkan kajian arkeologis terhadap agama-agama besar di dunia, Insoll
(2001) berani menyatakan salah satu peran penting arkeologi adalah kemampuannya
memberikan sumbangan bagi pemahaman perkembangan agama dan kepercayaan, antara lain
berkaitan dengan sinkretisme, co-existence, adaptasi, dan tradisi keagamaan yang populer dalam
suatu masyarakat. Agama merupakan salah satu unsur pembeda yang cukup rawan dalam
masyarakat multikultural (Stanford Encylopedia of Philosophy, 2010), sehingga amat perlu untuk
dipelajari dalam pemahami multikulturalisme.
Detail Information
Publisher
Direktorat Jenderal Kebudayaan: BPNB D.I. Yogyakarta
Tahun
2011
Bahasa
id
Last Updated
2017-03-27T08:32:39Z
Subjects / Keywords
Kebudayaan Penelitian kebudayaan
Akses Dokumen
Unduh PDF
Hak Cipta & Lisensi

Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.

Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).

Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.

Global Darussalam Academy
Global Darussalam Academy
  • Masuk sebagai Admin
  • Download Buku Panduan Aplikasi

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Statistik Pengunjung

Hari ini 3.781
Online: 3.742 Onsite: 39
Bulan ini 75.984
Online: 75.442 Onsite: 542
Total 366.223
Online: 357.632 Onsite: 8.591

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek


© 2026 — Berbasis SLiMS | Dikelola oleh ePERPUS WhatsApp

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik

Isilah satu atau lebih bidang di bawah ini untuk mempersempit pencarian Anda

Kemana ingin Anda bagikan?
Beranda OPAC Login Daftar