Sistem ekonomi tradisional Daerah Jambi
Arifin, Mimin; Ekawarna, Ekawarna
Sistem ekonomi tradisional adalah suatu tanggapan aktif
manusia-manusia pendukung suatu kebudayaan terhadap alam
lingkungannya, dalam usaha memenuhi tuntutan kebutuhannya
sesuai dengan pola pelaksanaan yang sifatnya tradisional.
Di dalam rumusan tersebut terdapat beberapa unsur seperti usaha, kebutuhan, po1a pelaksanaan, yang kesemuanya dijalankan oleh setiap individu sesuai dengan alam lingkungannya, dan pengetahuan kebudayaan yang dimiliki.
Selanjutnya ke tiga unsur tersebut dapat pula dikelompokkan
ke dalam tiga hal pokok yang menjadi ciri-ciri utama sistem
ekonomi, yaitu: pola produksi, pola distribusi, dan pola konsumsi. Pola produksi ialah bentuk, sifat serta cara yang dijalankan untuk membagikan hasil-hasil produksi. Sedangkan pola konsumsi ialah bentuk, dan sifat dari kebutuhan setiap individu.
Jalinan ke tiga pola inilah yang disebut sistem ekonomi. Oleh karena itu di dalam penelitian sistem ekonomi tradisional ini ketiga pola tersebut menjadi materi inti.
Karena sistem ekonomi tradisional tersebut bergerak di
dalam lingkungan suatu masyarakat tertentu. maka perlu diperhatikan lokasi, kependudukan, sistem mata pencaharian dan latar belakang sosial budaya, yang menjadi wadah dan pendukung dari pada sistem ekonomi tradisional tersebut.
Sesuai dengan pola kebijaksanaan, bahwa untuk daerah yang
mempunyai banyak suku bangsa, maka sasaran penelitian setidak-tidaknya adalah dua suku bangsa. Untuk daerah Jambi setelah melalui pertimbangan-pcrtimbangan baik dilihat dari keadaan alam maupun dari jumlah suku bangsa 'yang· ada,' telah dipilih sebagai sasaran penelitian orang Kerinci dan orang Penghulu.
manusia-manusia pendukung suatu kebudayaan terhadap alam
lingkungannya, dalam usaha memenuhi tuntutan kebutuhannya
sesuai dengan pola pelaksanaan yang sifatnya tradisional.
Di dalam rumusan tersebut terdapat beberapa unsur seperti usaha, kebutuhan, po1a pelaksanaan, yang kesemuanya dijalankan oleh setiap individu sesuai dengan alam lingkungannya, dan pengetahuan kebudayaan yang dimiliki.
Selanjutnya ke tiga unsur tersebut dapat pula dikelompokkan
ke dalam tiga hal pokok yang menjadi ciri-ciri utama sistem
ekonomi, yaitu: pola produksi, pola distribusi, dan pola konsumsi. Pola produksi ialah bentuk, sifat serta cara yang dijalankan untuk membagikan hasil-hasil produksi. Sedangkan pola konsumsi ialah bentuk, dan sifat dari kebutuhan setiap individu.
Jalinan ke tiga pola inilah yang disebut sistem ekonomi. Oleh karena itu di dalam penelitian sistem ekonomi tradisional ini ketiga pola tersebut menjadi materi inti.
Karena sistem ekonomi tradisional tersebut bergerak di
dalam lingkungan suatu masyarakat tertentu. maka perlu diperhatikan lokasi, kependudukan, sistem mata pencaharian dan latar belakang sosial budaya, yang menjadi wadah dan pendukung dari pada sistem ekonomi tradisional tersebut.
Sesuai dengan pola kebijaksanaan, bahwa untuk daerah yang
mempunyai banyak suku bangsa, maka sasaran penelitian setidak-tidaknya adalah dua suku bangsa. Untuk daerah Jambi setelah melalui pertimbangan-pcrtimbangan baik dilihat dari keadaan alam maupun dari jumlah suku bangsa 'yang· ada,' telah dipilih sebagai sasaran penelitian orang Kerinci dan orang Penghulu.
Detail Information
- Publisher
- Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
- Tahun
- 1986
- Bahasa
- en
- Last Updated
- 2019-05-29T20:17:06Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah