Arti perlambang dan fungsi tata rias pengantin dalam menanamkan nilai-nilai budaya daerah Kalimantan Timur
Noor, Mohammad; Achmad, A. Moeis; Yuga, Surya; Sukarni, Anni
Pada penulisan naskah dari hasil pengumpulan data
yang dilakukan oleh anggota penelitian, kita perkenalkan
tata rias, tata busana, alat perhiasan dan alat perlengkapan upacara pengantin yang masih di tradisikan di
daerah Kali man tan Timur.
Tata rias pengantin, arti lambang dan fungsinya yang
akan diperkenalkan dalam tulisan ini, ialah tata rias pengantin suku Berau di Kabupaten Berau, suku Kutai di kabupaten Kutai, suku Kenyah di Long Noran dan di Long
Segar di kabupaten Kutai.
Suku Berau yang diteliti dan dideskripsikan dalam
naskah ini, dipilih lokasi yang penduduknya masih kuat memegang tradisi adat perkawinan dan upacara pengantin yaitu di desa Sambaliung bekas ibukota kerajaan Sambaliung
dan di desa Gunung Tabur bekas ibukota kerajaan Gunung
Tabur. Dari beberapa upacara pengantin berdasarkan stratifikasi sosial, perhiasan nagabandung atau nagakembang
di atas kepala mempelai wanita, merupakan lambang mengandung makna dan pesan dari masyarakat agar pengantin
wanita harus selalu tabah, berani dan lincah menghadapi
segala tantangan kesulitan hi'dup dalam mengurus rumah
tangganya. Selain dari benda, warna kuning menjadi simbol mengandung makna kedudukan sosial seseorang, bahwa ia adalah keturunan ningrat.
yang dilakukan oleh anggota penelitian, kita perkenalkan
tata rias, tata busana, alat perhiasan dan alat perlengkapan upacara pengantin yang masih di tradisikan di
daerah Kali man tan Timur.
Tata rias pengantin, arti lambang dan fungsinya yang
akan diperkenalkan dalam tulisan ini, ialah tata rias pengantin suku Berau di Kabupaten Berau, suku Kutai di kabupaten Kutai, suku Kenyah di Long Noran dan di Long
Segar di kabupaten Kutai.
Suku Berau yang diteliti dan dideskripsikan dalam
naskah ini, dipilih lokasi yang penduduknya masih kuat memegang tradisi adat perkawinan dan upacara pengantin yaitu di desa Sambaliung bekas ibukota kerajaan Sambaliung
dan di desa Gunung Tabur bekas ibukota kerajaan Gunung
Tabur. Dari beberapa upacara pengantin berdasarkan stratifikasi sosial, perhiasan nagabandung atau nagakembang
di atas kepala mempelai wanita, merupakan lambang mengandung makna dan pesan dari masyarakat agar pengantin
wanita harus selalu tabah, berani dan lincah menghadapi
segala tantangan kesulitan hi'dup dalam mengurus rumah
tangganya. Selain dari benda, warna kuning menjadi simbol mengandung makna kedudukan sosial seseorang, bahwa ia adalah keturunan ningrat.
Detail Information
- Publisher
- Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
- Tahun
- 1988
- Bahasa
- en
- Last Updated
- 2019-06-02T23:33:06Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah