Upacara tradisional yang berkaitan dengan peristiwa alam dan kepercayaan daerah Sumatera Barat
Boestami, Boestami; Anwar, Zaiful; Delly, H.S.M.; Perpatih, Alimunir Dt.; Dini, Amir
Ruang lingkup kegiatan inventarisasinya dibatasi pada upacara tradisional yang berkaitan dengan peristiwa alam dan kepercayaan di Sumatera Barat. Di kalangan para petani penyelenggaraan upacara biasanya dikaitkan dengan masalah kesuburan. Diharapkan setelah mengadakan upacara hasil panennya akan berlimpah. Demikian pula di kalangan para nelayan penyelenggaraan upacara bertujuan untuk memperoleh basil laut sebanyak mungkin. Di samping itu ada pula dilakukan upacara untuk menolak berbagai wabah penyakit, dan bencana lainnya seperti gangguan binatang buas. Pada umumnya mereka mengenal kepercayaan pada kekuatan gaib di luar kekuasaan manusia yang bersifat supra natural yang dapat menentukan nasib manusia, dapat menimbulkan malapetaka tapi juga dapat menjamin kesejahteraa.n hidup manusia.
Selain upacara yang berkaitan dengan kesuburan tanah, hasil
laut dan menolak segala macam bencana, ada pula yang berkaitan dengan peristiwa alam lainnya, misalnya berkenaan dengan terjadinya kemarau panjang atau turunnya curah hujan berkepanjangan yang mengakibatkan terjadinya banjir. Dalam kepercayaan masyarakat tradisional malapetaka yang timbul dari alam itu bisa diredakan dengan menyelenggarakan upacara. Roh-roh penguasa alam itu dalam kepercayaan masyarakat bisa dibujuk dengan saji-sajian yang dihidangkan dalam upacara, dan dimohon agar tidak membuat bencana dan sebaliknya mau menjaga keselamatan umat manusia.
Penyelenggaraan upacara itu perlu dideskripsikan sejak persiapannya sampai selesai. Selain itu perlu juga dicatat hal-hal yang berkaitan dengan upacara tersebut, misalnya penggunaan simbol-simbol dan maknanya menurut interprestasi pendukung upacara. Juga perlu dicatat pantangan dan berbagai persyaratan yang harus dipatuhi dan dipenuhi oleh penyelenggara menurut tradisi setempat.
Selain upacara yang berkaitan dengan kesuburan tanah, hasil
laut dan menolak segala macam bencana, ada pula yang berkaitan dengan peristiwa alam lainnya, misalnya berkenaan dengan terjadinya kemarau panjang atau turunnya curah hujan berkepanjangan yang mengakibatkan terjadinya banjir. Dalam kepercayaan masyarakat tradisional malapetaka yang timbul dari alam itu bisa diredakan dengan menyelenggarakan upacara. Roh-roh penguasa alam itu dalam kepercayaan masyarakat bisa dibujuk dengan saji-sajian yang dihidangkan dalam upacara, dan dimohon agar tidak membuat bencana dan sebaliknya mau menjaga keselamatan umat manusia.
Penyelenggaraan upacara itu perlu dideskripsikan sejak persiapannya sampai selesai. Selain itu perlu juga dicatat hal-hal yang berkaitan dengan upacara tersebut, misalnya penggunaan simbol-simbol dan maknanya menurut interprestasi pendukung upacara. Juga perlu dicatat pantangan dan berbagai persyaratan yang harus dipatuhi dan dipenuhi oleh penyelenggara menurut tradisi setempat.
Detail Information
- Publisher
- Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
- Tahun
- 1985
- Bahasa
- en
- Last Updated
- 2019-08-31T14:10:51Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah