MENJAWAB TANTANGAN, BERJALAN BERSAMA PERUBAHAN
Lea babutta, selvies
artikel ini berisi tentang kekuatan dan kelemahan yang akan dihadapi oleh pengambil kebijakan, praktisi pendidikan dan para pendidik yang merupakan pemeran utama keterlaksanaan k13.
Abad ini diwarnai dengan kemajuan dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi, terbukanya era demokrasi, dan pangsa pasar ekonomi yang semakin bersaing, tetapi disisi lain fenomena negatif juga ikut berkembang yaitu adanya kecenderungan menyelesaikan persoalan dengan kekerasan dan kasus pemaksaan kehendak sering muncul di Indonesia. Kondisi ini dapat terlihat dari adanya kasus-kasus perkelahian antar pelajar, dan tindakan ‘bullying’ yang dialami oleh peserta didik dari Sekolah Dasar sampai jenjang Menengah, walaupun belum ada kajian ilmiah bahwa kekerasan tersebut berhulu dari kurikulum, namun beberapa ahli pendidikan dan tokoh masyarakat menyatakan bahwa salah satu akar masalahnya adalah implementasi kurikulum yang terlalu menekankan aspek kognitif dan keterkungkungan peserta didik di ruang belajarnya dengan kegiatan yang kurang menantang peserta didik.
Tantangan kita sekarang ini adalah bukanlah pada bagaimana melakukan sosialisasi atau membekali para pendidik tetapi bagaimana mengugah paradigma bagi para pelaku pendidikan sehingga guru-guru kita adalah guru-guru yang kaya akan pengalaman dalam pembelajaran dan tanggap terhadap perubahan yang terjadi, sehingga diharapkan tujuan akhirnya dapat meningkatkan kualitas
Abad ini diwarnai dengan kemajuan dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi, terbukanya era demokrasi, dan pangsa pasar ekonomi yang semakin bersaing, tetapi disisi lain fenomena negatif juga ikut berkembang yaitu adanya kecenderungan menyelesaikan persoalan dengan kekerasan dan kasus pemaksaan kehendak sering muncul di Indonesia. Kondisi ini dapat terlihat dari adanya kasus-kasus perkelahian antar pelajar, dan tindakan ‘bullying’ yang dialami oleh peserta didik dari Sekolah Dasar sampai jenjang Menengah, walaupun belum ada kajian ilmiah bahwa kekerasan tersebut berhulu dari kurikulum, namun beberapa ahli pendidikan dan tokoh masyarakat menyatakan bahwa salah satu akar masalahnya adalah implementasi kurikulum yang terlalu menekankan aspek kognitif dan keterkungkungan peserta didik di ruang belajarnya dengan kegiatan yang kurang menantang peserta didik.
Tantangan kita sekarang ini adalah bukanlah pada bagaimana melakukan sosialisasi atau membekali para pendidik tetapi bagaimana mengugah paradigma bagi para pelaku pendidikan sehingga guru-guru kita adalah guru-guru yang kaya akan pengalaman dalam pembelajaran dan tanggap terhadap perubahan yang terjadi, sehingga diharapkan tujuan akhirnya dapat meningkatkan kualitas
Detail Information
- Publisher
- Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah
- Tahun
- 2014
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2020-02-24T02:38:32Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah