Modul Pembelajaran Center Of Excellece Welding di SMK : Tig Welding
M. Bakrun, M. Bakrun
Sejak pertengahan tahun 1990-an, kemitraan antara SMK dan DU/DI telah
menjadi salah satu fokus utama dari kebijakan pembangunan Pendidikan
Kejuruan di Indonesia. Landasan paradigmatik di belakang hal ini adalah
konsep link and match yang bertitikberat pada keselarasan dan relevansi
antara SMK dengan perkembangan pasar kerja dan DU/DI. Salah satu strategi
untuk menerapkan konsep link and match adalah Pendidikan Sistem Ganda
yang memadukan secara sistematik dan sinkron program pendidikan di sekolah
dan program penguasaan keahlian yang diperoleh melalui kegiatan bekerja
langsung di dunia kerja, untuk mencapai suatu tingkat keahlian profesional
tertentu. PSG merupakan strategi proaktif yang mendekatkan peserta didik ke
dunia kerja. Saat ini, keterlibatan DU/DI dalam pembangunan Pendidikan
Kejuruan secara sistematis, aktif, dan efektif makin mendesak untuk
dilaksanakan. Pendidikan Kejuruan masih sering dianggap belum bisa
memenuhi kebutuhan DU/DI dan oleh sebab itu kurang relevan1. Selain perlu
berorientasi pada perkembangan ekonomi makro serta kebijakan
pembangunan nasional, Pendidikan Kejuruan makin dituntut untuk mencetak
lulusan yang memiliki kompetensi selaras dengan dinamika DU/DI sebagai
penyedia lapangan kerja.
menjadi salah satu fokus utama dari kebijakan pembangunan Pendidikan
Kejuruan di Indonesia. Landasan paradigmatik di belakang hal ini adalah
konsep link and match yang bertitikberat pada keselarasan dan relevansi
antara SMK dengan perkembangan pasar kerja dan DU/DI. Salah satu strategi
untuk menerapkan konsep link and match adalah Pendidikan Sistem Ganda
yang memadukan secara sistematik dan sinkron program pendidikan di sekolah
dan program penguasaan keahlian yang diperoleh melalui kegiatan bekerja
langsung di dunia kerja, untuk mencapai suatu tingkat keahlian profesional
tertentu. PSG merupakan strategi proaktif yang mendekatkan peserta didik ke
dunia kerja. Saat ini, keterlibatan DU/DI dalam pembangunan Pendidikan
Kejuruan secara sistematis, aktif, dan efektif makin mendesak untuk
dilaksanakan. Pendidikan Kejuruan masih sering dianggap belum bisa
memenuhi kebutuhan DU/DI dan oleh sebab itu kurang relevan1. Selain perlu
berorientasi pada perkembangan ekonomi makro serta kebijakan
pembangunan nasional, Pendidikan Kejuruan makin dituntut untuk mencetak
lulusan yang memiliki kompetensi selaras dengan dinamika DU/DI sebagai
penyedia lapangan kerja.
Detail Information
- Publisher
- Sekretariat Direktorat Jenderal PAUD, Dikdas, dan Dikmen
- Tahun
- 2018
- Bahasa
- en
- Last Updated
- 2020-04-20T07:24:34Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah