Ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan di daerah 3T (terluar, terdepan, dan tertinggal)
Jakaria, Yaya; Widjaja, Imelda; Hijriani, Ika; Waluyo, Panca; Raziqiin, Khairur; Dadan, Dadan; Waspodo, R. Muktiono
Sarana dan parasarana pendidikan seyogya dapat dinikmati oleh seluruh anak bangsa tanpa pengecualian. Akan tetapi pada kenyataannya ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan tersebut belum merata ke seluruh wilayah di Indonesia, khususnya di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal). Untuk itu, salah satu arah implementasi dari Nawa Cita Pembangunan yang telah dijabarkan dalam RPJMN 2015–2019 adalah pembangunan pendidikan di daerah 3T. Arah kebijakan pembangunan pendidikan daerah 3T tersebut difokuskan pada upaya pemenuhan kebutuhan dasar dan kebutuhan pelayanan dasar; yakni pemenuhan sarana dan prasarana sekolah. Namun demikian, untuk memenuhi kebutuhan dasar tersebut, kondisi akses pendidikan di Indonesia masih belum merata ke seluruh tanah air, terutama di daerah 3T. Masih terdapat disparitas dalam pendidikan antar penduduk yang tinggal di rumah tangga dengan status ekonomi yang berbeda. Salah satu upaya untuk mencapai pemenuhan kebutuhan dasar dan kebutuhan pelayanan dasar di daerah 3T tersebut, adalah dengan meningkatkan mutu pendidikan dengan menyediakan sarana dan prasarana pendidikan yang sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan.
Detail Information
- Publisher
- Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan
- Tahun
- 2019
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2020-04-30T04:31:13Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah