H.O.S. Tjokroaminoto : penyemai pergerakan kebangsaan dan kemerdekaan
Marihandono, Djoko; Juwono, Harto; Tangkilisan, Yudha B.; Tjahjopurnomo, R.; Kemendikbud, Museum Kebangkitan Nasional
HOS Tjokroaminoto, sejak awal perjuangannya, dengan sangat gigih tanpa mengenal lelah telah membesarkan organisasi Sarekat Islam. Dengan idealisme yang sangat tinggi, kakuatan fiik yang prima, kepandaiannya dalam meyakinkan orang lain, kemampuan kritisnya dalam mencari jalan keluar membuat para pengagumnya mengikuti jejak langkahnya untuk menjadi anggota Sarekat Islam. Pemerintah Kolonial Belanda dengan sangat hati-hati
melakukan himbauan agar Sarekat Islam membatasi jumlah anggotanya. Namun, kenyataannya jumlah penduduk bumi putra yang bergabung dengan Sarekat Islam semakin lama semakin banyak.
Tjokroaminoto merupakan Bapak Bangsa. Banyak tokoh perjuangan yang berguru kepadanya. Tercatat beberapa tokoh penting pendiri negara ini yang indekos di rumah Tjokroaminoto, yang ikut mewarnai sejarah bangsa kita. Mereka sangat sering berdiskusi dengan Tjokroaminoto, pemilik rumah yang mereka tempati, di saat-saat makan malam atau di saat-saat senggang mereka. Kiprah Sarekat Islam di bawah pimpinan Tjokroaminoto sangat memperhatikan penderitaan rakyat. Kasus demi kasus diselesaikannya dengan baik berkat kerjasama di antara mereka. Namun, dalam menangani keluhan rakyat ini terdapat beberapa pihak yang tersinggung yang sempat
menjebloskan Tjokroaminoto ke penjara. Perjuangannya yang tanpa pamrih, tidak menyurutkan niatnya untuk tetap mengabdi kepada kepentingan masyarakat. Perlindungan terhadap anggota organisasinya dilakukan secara maksimal. Koordinasi yang baik dilakukan untuk mengurangi risiko seminimal mungkin. Namun, upaya Tjokroaminoto yang gigih justru membawa dirinya untuk tinggal di hotel prodeo tanpa adanya suatu alasan yang jelas.
Sosok Tjokroaminoto merupakan cerminan tokoh pada zamannya, yang berjuang untuk menuntut keadilan demi terciptanya keadilan bagi seluruh masyarakat bumi putra. Keteladanan ini hendaknya dapat dijadikan teladan bagi
generasi muda, agar selalu konsisten dalam perjuangan membela yang lemah dengan memerangi ketidakadilan guna mencapai keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.
melakukan himbauan agar Sarekat Islam membatasi jumlah anggotanya. Namun, kenyataannya jumlah penduduk bumi putra yang bergabung dengan Sarekat Islam semakin lama semakin banyak.
Tjokroaminoto merupakan Bapak Bangsa. Banyak tokoh perjuangan yang berguru kepadanya. Tercatat beberapa tokoh penting pendiri negara ini yang indekos di rumah Tjokroaminoto, yang ikut mewarnai sejarah bangsa kita. Mereka sangat sering berdiskusi dengan Tjokroaminoto, pemilik rumah yang mereka tempati, di saat-saat makan malam atau di saat-saat senggang mereka. Kiprah Sarekat Islam di bawah pimpinan Tjokroaminoto sangat memperhatikan penderitaan rakyat. Kasus demi kasus diselesaikannya dengan baik berkat kerjasama di antara mereka. Namun, dalam menangani keluhan rakyat ini terdapat beberapa pihak yang tersinggung yang sempat
menjebloskan Tjokroaminoto ke penjara. Perjuangannya yang tanpa pamrih, tidak menyurutkan niatnya untuk tetap mengabdi kepada kepentingan masyarakat. Perlindungan terhadap anggota organisasinya dilakukan secara maksimal. Koordinasi yang baik dilakukan untuk mengurangi risiko seminimal mungkin. Namun, upaya Tjokroaminoto yang gigih justru membawa dirinya untuk tinggal di hotel prodeo tanpa adanya suatu alasan yang jelas.
Sosok Tjokroaminoto merupakan cerminan tokoh pada zamannya, yang berjuang untuk menuntut keadilan demi terciptanya keadilan bagi seluruh masyarakat bumi putra. Keteladanan ini hendaknya dapat dijadikan teladan bagi
generasi muda, agar selalu konsisten dalam perjuangan membela yang lemah dengan memerangi ketidakadilan guna mencapai keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Detail Information
- Publisher
- Museum Kebangkitan Nasional
- Tahun
- 2015
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2020-05-29T01:34:19Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah