• Beranda
  • Tentang Kami
    Sejarah Visi dan Misi Tata Tertib Jam Layanan Fasilitas Pustakawan Struktur Organisasi Berita Perpustakaan
  • Layanan Perpustakaan
    Layanan Baca di Tempat Layanan Sirkulasi Layanan Referensi Layanan Penelusuran Informasi Layanan Bimbingan Literasi Informasi Layanan Ekstensi
  • Layanan Referensi
    Layanan Meja Informasi Layanan Bimbingan Penggunaan Koleksi Referensi Layanan Penelusuran Layanan Konsultasi Layanan Kesiagaan Informasi
  • Keanggotaan
    Area Anggota Buku Tamu Survey Kebutuhan Survey Kepuasan Pendaftaran Anggota Online FAQ
  • OPAC
  • Pilih Bahasa : Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu
Semua Komputer Filsafat Agama Sosial Bahasa Sains Teknologi Seni Sastra Sejarah

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
  1. Global Darussalam Academy
  2. Katalog
  3. Jantra : jurnal sejarah dan budaya - volume 14, nomor 2, Des...
REPOSITORY ITEM
Repositori Kemendikdasmen
Kembali

Jantra : jurnal sejarah dan budaya - volume 14, nomor 2, Desember 2019

Kemendikbud, Balai Pelestarian Nilai Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta

Edisi Jantra kali ini memuat 9 (sembilan) artikel di bawah tema “Seni Pertunjukan”. Tema ini dipandang penting karena Indonesia dengan wilayahnya yang luas memiliki beragam seni pertunjukan di berbagai pelosok daerah.

Adapun ke sembilan artikel ini adalah:

1). “Seniman dan Seni Pertunjukan di Kampung Kemlayan Surakarta 1930-1970,” tulisan Heri Priyatmoko menguraikan bahwa kelompok seniman istana Kasunanan Surakarta itu memaknai kampung bukan sekadar tempat tinggal, namun tempat berlatih sebelum memamerkan kebolehan di hadapan raja dan tampil di ruang publik;

2) “Refleksi Ketauhidan dalam Wayang Sadat Lakon Ki Ageng Pengging,” tulisan Hasan Ashari, Hermanu Joebagio, Musa Pelu menjelaskan bahwa lakon Ki Ageng Pengging memuat ajaran tauhid yang tersirat dalam janturan, dialog, syair gerongan, dan cakepan sulukan;

3) “Gamelan Soepra sebagai Rekontekstualisasi Gamelan Jawa,” tulisan Nugrahanstya Cahya Widyanta menguraikan bahwa gamelan Jawa sarat akan makna filosofis yang mengandung nilai luhur, namun makna tersebut kurang dihayati dalam gamelan Soepra;

4) “Tayuban dalam Tradisi Saparan di Kelurahan Tegalrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga,” tulisan Fandy Aprianto Rohman menguraikan bahwa unsur kesenian dalam pertunjukan tayuban meliputi ledhek (penari wanita), pengrawit (penabuh gamelan), penjanggrung (laki-laki yang menari bersama dengan ledhek), dan sesajen;

5) “Strategi Grup Gagak Rimang dalam Melestarikan Seni Kuda Lumping di Temanggung,” tulisan Hamidulloh Ibda dan Intan Nasution menguraikan bahwa upaya Gagak Rimang melestarikan seni kuda lumping dilakukan dengan enam cara. Hambatan Gagak Rimang melestarikan kuda lumping adalah masalah dana, latihan, personil, kurangnya penari rampak putri, dan lainnya;

6). “Tari Tumbu Tanah sebagai Jati Diri Masyarakat Suku Arfak di Manokwari, Papua Barat,” tulisan Iwan Dwi Aprianto menguraikan bahwa nilai utama atau nilai sosial dalam Tari Tumbu Tanah dapat dilihat ketika tarian ini harus dilakukan oleh banyak orang, yaitu setidaknya dilakukan oleh 10 orang, artinya bahwa masyarakat Arfak tidak dapat hidup seorang diri;

7) “Kiprah Sakdiah dalam Kancah Musik Pop Daerah Gayo,” tulisan Raudhatul Jannah, G.R. Lono Lastoro Simatupang, dan Wiwik Sushartami menguraikan bahwa Sakdiah adalah salah satu penyanyi perempuan yang paling populer. Ia memilih tampil menjadi penyanyi solo dengan segala konsekuensinya daripada menjadi penyanyi perempuan di bawah bayang-bayang patriarki;

8) “Pek Bung Kesenian Tradisional di Pandak Bantul,” tulisan Noor Sulistya Budi menguraikan bahwa kesenian musik Pek Bung memiliki beberapa fungsi dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya antara lain, fungsi keagamaan, hiburan, estetika, komunikasi, edukasi, pelestarian, lambang atau simbol;

9) “Representasi Identitas Orang Jawa dalam Cerita Panji Versi Wayang Gedhog,” tulisan Rudy Wiratama menguraikan bahwa wayang gedhog sebagai sebuah bentuk kesenian bukan hanya berfungsi sebagai hiburan dan sajian estetis saja, namun di dalamnya terekam pula pergulatan orang Jawa di keraton-keraton untuk terus menerus meredefinisi konsep identitas dirinya.
Detail Information
Publisher
Balai Pelestarian Nilai Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta
Tahun
2019
Bahasa
id
Last Updated
2020-06-22T08:17:13Z
Subjects / Keywords
Nilai Budaya Warisan budaya Penelitian kebudayaan
Akses Dokumen
Unduh PDF
Hak Cipta & Lisensi

Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.

Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).

Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.

Global Darussalam Academy
Global Darussalam Academy
  • Masuk sebagai Admin
  • Download Buku Panduan Aplikasi

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Statistik Pengunjung

Hari ini 4.273
Online: 4.233 Onsite: 40
Bulan ini 76.476
Online: 75.933 Onsite: 543
Total 366.715
Online: 358.123 Onsite: 8.592

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek


© 2026 — Berbasis SLiMS | Dikelola oleh ePERPUS WhatsApp

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik

Isilah satu atau lebih bidang di bawah ini untuk mempersempit pencarian Anda

Kemana ingin Anda bagikan?
Beranda OPAC Login Daftar