• Beranda
  • Tentang Kami
    Sejarah Visi dan Misi Tata Tertib Jam Layanan Fasilitas Pustakawan Struktur Organisasi Berita Perpustakaan
  • Layanan Perpustakaan
    Layanan Baca di Tempat Layanan Sirkulasi Layanan Referensi Layanan Penelusuran Informasi Layanan Bimbingan Literasi Informasi Layanan Ekstensi
  • Layanan Referensi
    Layanan Meja Informasi Layanan Bimbingan Penggunaan Koleksi Referensi Layanan Penelusuran Layanan Konsultasi Layanan Kesiagaan Informasi
  • Keanggotaan
    Area Anggota Buku Tamu Survey Kebutuhan Survey Kepuasan Pendaftaran Anggota Online FAQ
  • OPAC
  • Pilih Bahasa : Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu
Semua Komputer Filsafat Agama Sosial Bahasa Sains Teknologi Seni Sastra Sejarah

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
  1. Global Darussalam Academy
  2. Katalog
  3. Produk Budaya Maritim
REPOSITORY ITEM
Repositori Kemendikdasmen
Kembali

Produk Budaya Maritim

Andika, Saputra; Lenrawati, Lenrawati; Purnamasari, Nurul Adliyah

Kabupaten Kepulauan Selayar pernah menjadi rute dagang menuju pusat rempah-rempah di Moluccan (Maluku) pada abad ke-14. Di Pulau Selayar, para pedagang singgah untuk mengambil air bersih dan mengisi perbekalan sambil menunggu musim yang baik untuk berlayar. Dalam kitab hukum pelayaran dan perdagangan Amanna Gappa (abad ke 17), Selayar disebut sebagai salah satu daerah tujuan niaga karena letaknya yang strategis sebagai tempat transit, baik untuk pelayaran menuju ke timur dan ke barat. Disebutkan dalam naskah tersebut bahwa bagi orang yang berlayar dari Makassar ke Selayar, Malaka, dan Johor, harus membayar sewa enam rial dari tiap 100 orang.

Situs Bontosikuyu cukup mewakili dalam memberikan gambaran tentang aktivitas perlayaran dan perdagangan yang terjadi di perairan Pulau Selayar atau di bagian Selatan Pulau Sulawesi. Bahkan beberapa peneliti internasional menyebut situs ini sebagai situs arkeologi bawah air kelas dunia jika dilihat dari jenis temuannya. Situs ini cukup luas berdasarkan garis baseline yang dibentangkan, kira-kira memiliki luas yang sejauh ini diketahui hingga 50 m2. Salah satu tinggalan budaya maritim yang dapat ditemukan pada wilayah ini adalah jangkar raksasa yang terletak di Kecamatan Bontoharu.
Detail Information
Publisher
Balai Arkeologi Sulawesi Selatan
Bahasa
id
Last Updated
2020-10-12T10:28:02Z
Subjects / Keywords
Kebudayaan Arkeologi
Akses Dokumen
Lihat di Repository Asli
Hak Cipta & Lisensi

Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.

Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).

Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.

Global Darussalam Academy
Global Darussalam Academy
  • Masuk sebagai Admin
  • Download Buku Panduan Aplikasi

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Statistik Pengunjung

Hari ini 774
Online: 774 Onsite: 0
Bulan ini 231.938
Online: 231.240 Onsite: 698
Total 522.177
Online: 513.430 Onsite: 8.747

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek


© 2026 — Berbasis SLiMS | Dikelola oleh ePERPUS WhatsApp

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik

Isilah satu atau lebih bidang di bawah ini untuk mempersempit pencarian Anda

Kemana ingin Anda bagikan?
Beranda OPAC Login Daftar