Rumah peradaban Sriwijaya di Bumiayu
Utomo, Bambang Budi
Kota Sriwijaya menjadi besar karena keletakannya di mulut muara Sungai Kramasan, Sungai Ogan, dan Sungai Komering, di aliran Sungai Musi. Barang-barang komoditas perdagangan dibawa dari pedalaman dan dipasarkan di Sriwijaya. Ini tentunya sangat tergantung kepada kelompok masyarakat yang tinggal di pedalaman dengan sumber daya alam yang dikelolanya. Kelompok masyarakat ini tentu tidak melupakan kehidupan religinya. Gambaran kehidupan religi pada kelompok masyarakat desa Bumiayu merupakan potongan dari kehidupan religi Sriwijaya yang penuh dengan rasa toleransi. Sebagai wilayah penyangga bagi Sriwijaya, di Bumiayu terdapat sebuah kompleks bangunan suci dari berbagai ajaran Hindu, Budha, dan Tantris.
Detail Information
- Publisher
- Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
- Tahun
- 2020
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2021-03-12T12:59:58Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah