Situs Gunung Penanggungan
Situs Gunung Penanggungan menempati posisi yang terbilang istimewa dalam sejarah kebudayaan Indonesia. Di gunung yang di masa lalu dianggap suci ini, banyak dijumpai bangunan purbakala dalam berbagai bentuk dan jenisnya. Ia akhirnya menjadi gunung terkaya yang pernah dimiliki dunia arkeologi Indonesia. Kepurbakalaan yang ada seolah mengisi kekosongan catatan sejarah di masa peralihan, antara masa Majapahit Akhir hingga mulai berkembangnya pengaruh Islam di Nusantara. Bukti-bukti arkeologis itu tentunya tetap harus terjaga keber-adaannya sebagai sumber kajian dalam upaya pengembangan pengetahuan sejarah-budaya pada masa-masa yang diwakilinya. Pengungkapan kesejarahan itu tentu harus disertai dengan upaya untuk menggali nilai-nilai kearifannya, untuk kemudian disampaikan kepada masyarakat. Ini dimaksudkan agar keberadaan Situs Gunung Penanggungan dapat dimaknai --dan memiliki makna tertentu-- dalam kehidupan di masa sekarang. Semua itu, bukan tidak mungkin, meniscay akan tumbuh kembangnya rasa cinta masyarakat terhadap bukti-bukti sejarah mereka sendiri. Dan pada gilirannya, mereka akan terlibat aktif dalam upaya pelestariannya. Informasi yang disampaikan dalam buku ini masih sama seperti Buku Pengayaan Rumah Peradaban Situs Gunung Penanggungan 2017. Boleh dibilang, Buku Pengayaan Rumah Peradaban Situs Gunung Penanggungan 2018 ini adalah sebuah edisi cetak ulang, mengingat materi yang disajikan sebelumnya sudah mencakup keseluruhan. Tambahan lagi, saat ini memang belum diperoleh lagi data-data baru hasil penelitian mengenai Situs Gunung Penanggungan.
Detail Information
- Publisher
- Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
- Tahun
- 2020
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2021-03-12T14:39:40Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah