Upacara tradisional yang berkaitan dengan alam dan kepercayaan daerah Nusa Tenggara Barat
Wacana, Lalu; Satriah, Satriah; Suparman, Lalu Gede; Mandia, I Gusti Bagus
Dalam usaha pembinaan sosial budaya bangsa Indonesia sebagai suatu kesatuan dalam wujud kebudayaan nasional yang tunggal dan baku maka perlu menginventarisasi dan merekam upacara tradisional di setiap daerah seperti upacara Metulak dan upacara Perang Topat di daerah Nusa Tenggara Barat. Hasilnya disebarkan ke seluruh wilayah
Republik Indonesia dalam bentuk publikasi sebagai model-model upacara dengan segala pengertian dan pemahaman atas nilai-nilai serta gagasan vital yang terkandung di dalamnya. Dengan cara itu diharapkan akan terdapat saling pengertian yang lebih baik antar berbagai suku bangsa yang dapat mempererat persatuan dan kesatu-
an bangsa. Bagi pendukung kebudayaan itu sendiri diharapkan memiliki dasar berpijak yang jelas dalam usaha menyongsong masa depannya yang lebih baik. Dengan kata lain agar hubungan antara masa yang lampau dengan masa kini dan masa yang akan datang serta hubungan apa yang hendak mereka capai tidak putus. Sehingga pem-bangunan kebudayaan itu sendiri selalu merupakan suatu kesinambungan yang tidak terputus-putus. Untuk hal itu maka perlu diadakan inventarisasi dan perekaman
terhadap kedua upacara tersebut di atas. Bahan-bahannya dihimpun dari pengalaman pelaku-pelaku upacara dan hasil pengamatan ketika upacara itu sedang berlangsung
Republik Indonesia dalam bentuk publikasi sebagai model-model upacara dengan segala pengertian dan pemahaman atas nilai-nilai serta gagasan vital yang terkandung di dalamnya. Dengan cara itu diharapkan akan terdapat saling pengertian yang lebih baik antar berbagai suku bangsa yang dapat mempererat persatuan dan kesatu-
an bangsa. Bagi pendukung kebudayaan itu sendiri diharapkan memiliki dasar berpijak yang jelas dalam usaha menyongsong masa depannya yang lebih baik. Dengan kata lain agar hubungan antara masa yang lampau dengan masa kini dan masa yang akan datang serta hubungan apa yang hendak mereka capai tidak putus. Sehingga pem-bangunan kebudayaan itu sendiri selalu merupakan suatu kesinambungan yang tidak terputus-putus. Untuk hal itu maka perlu diadakan inventarisasi dan perekaman
terhadap kedua upacara tersebut di atas. Bahan-bahannya dihimpun dari pengalaman pelaku-pelaku upacara dan hasil pengamatan ketika upacara itu sedang berlangsung
Detail Information
- Publisher
- Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
- Tahun
- 1985
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2021-11-19T04:52:17Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Computer Science, Information & General Works
Philosophy & Psychology
Religion
Social Sciences
Language
Pure Science
Applied Sciences
Art & Recreation
Literature
History & Geography