Buaya tembaga Teluk Baguala
Yulhendri, Yulhendri
Pulau Ambon dijuluki Negeri Seribu Pulau dan Negeri Raja-Raja. Di Pulau Ambon, terdapat dua buah jazirah. Jazirah Lei Hitu dan Jazirah Lei Timur namanya. Kedua jazirah itu dihubungkan oleh satu tanah genting, yang bernama Tanah Genting Baguala. Konon kabarnya, pada saat pendudukan tentara Jepang saat perang dunia ke-2, pihak tentara Jepang mengusahakan untuk memutuskan Tanah Genting Baguala itu. Usaha tentara Jepang itu mengalami hambatan, saat penggalian tanah, darah mengucur deras. Menurut cerita, dahulu kala di Teluk Baguala terdapat seekor buaya besar, warna kulitnya kuning, dengan cakar kukunya yang panjang. Penduduk setempat memberi nama buaya itu dengan sebutan Buaya Tembaga.
Detail Information
- Publisher
- Kantor Bahasa Provinsi Maluku
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2022-06-21T03:01:37Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah