Buletin Kalatirta edisi khusus (volume 9) : Jalur Rempah Simpul Banten Lada yang utama
Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Banten, Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Banten
Kemasyhuran Banten sebagai simpul jalur rempah Nusantara, dan bahkan dunia, tidak perlu diperdebatkan lagi. Kalau
Banda karena palanya dan Ternate karena cengkehnya, maka Banten masyhur karena ladanya. Selama kurang lebih 700 tahun sejak abad ke-10, Banten telah menobatkan diri sebagai pusat penghasil lada terbaik dunia dan bandar kosmopolitan perdagangan yang menyatukan peradaban antar bangsa Asia, Timur Tengah hingga Eropa. Ketika pertama kali berlabuh di
Banten pada 1512, Tomé Pires, seorang apoteker Portugis dari
Lisbon yang menghabiskan tahun 1512 hingga 1515 di Malaka, mencatat: “..lada Banten lebih baik ketimbang Cochin (India), (produksinya) lebih dari 1000 bahar setiap tahunnya. Lada panjang dan asam melimpah, cukup dimuat seribu kapal”. Pelabuhan lada antara lain Banten, Pontang dan Chigede.
Judul-judul yang dimuat dalam edisi khusus ini adalah:
1. Banten sebagai Jalur Rempah Nusantara
2. Lada yang utama : catatan penelusuran atribut Jalur Rempah Simpul Banten Tahun 2020
3. Komoditas Lada di Banten : perspektif Ekonomi Politik
4. Lada : cita rasa surgawi dari Banten untuk dunia
5. Atribut Cagar Budaya Jalur Rempah Simpul Banten
6. Keunikan Lada di Banten : dari persiapan hingga pemasaran
7. Potensi Lada sebagai daya tarik Wisata di kota Serang
8. Potensi pengembangan Lada Banten
Banda karena palanya dan Ternate karena cengkehnya, maka Banten masyhur karena ladanya. Selama kurang lebih 700 tahun sejak abad ke-10, Banten telah menobatkan diri sebagai pusat penghasil lada terbaik dunia dan bandar kosmopolitan perdagangan yang menyatukan peradaban antar bangsa Asia, Timur Tengah hingga Eropa. Ketika pertama kali berlabuh di
Banten pada 1512, Tomé Pires, seorang apoteker Portugis dari
Lisbon yang menghabiskan tahun 1512 hingga 1515 di Malaka, mencatat: “..lada Banten lebih baik ketimbang Cochin (India), (produksinya) lebih dari 1000 bahar setiap tahunnya. Lada panjang dan asam melimpah, cukup dimuat seribu kapal”. Pelabuhan lada antara lain Banten, Pontang dan Chigede.
Judul-judul yang dimuat dalam edisi khusus ini adalah:
1. Banten sebagai Jalur Rempah Nusantara
2. Lada yang utama : catatan penelusuran atribut Jalur Rempah Simpul Banten Tahun 2020
3. Komoditas Lada di Banten : perspektif Ekonomi Politik
4. Lada : cita rasa surgawi dari Banten untuk dunia
5. Atribut Cagar Budaya Jalur Rempah Simpul Banten
6. Keunikan Lada di Banten : dari persiapan hingga pemasaran
7. Potensi Lada sebagai daya tarik Wisata di kota Serang
8. Potensi pengembangan Lada Banten
Detail Information
- Publisher
- BPCB Provinsi Banten
- Tahun
- 2021
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2023-07-13T11:28:30Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah