Model penguatan sistem pendataan ATS melalui peran serta tripides: ujicoba pendataan ATS di Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Pangandaran
Hasbi, Muhammad; Sofyan, Agus; Laelasari, Euis; Syamsuddin, Mochammad; Purantiningrum, Liesna; Rahmawati, Ami; Suswantoro, Edi; Suhanda, Endin; Dewi, Erni Sukmawati; Ramdani, Agus; Rahmat, Ujang; Sutisna, Endang
Pendataan ATS merupakan upaya penggalian informasi tentang anak usia 6-21 tahun yang tidak sekolah maupun tidak melanjutkan sekolah karena miskin atau tidak mampu. Diutamakan bagi anak yang orang tuanya pemegang KPS atau KKS dan yang sudah maupun belum memiliki KIP, agar memperoleh layanan pendidikan dasar dan/atau menengah pada jalur formal maupun nonformal. Bentuk layanan pendidikan pada program jalur formal adalah agar mereka dapat kembali belajar di sekolah, sedangkan pada jalur nonformal mereka dapat mengikuti program kesetaraan (Paket A, B, dan C) atau program kursus keterampilan.
Dalam pelaksanaannya pendataan ATS ini masih ditemukan beberapa permasalahan baik dari segi jumlah maupun akurasi data ATS yang diperoleh khususnya pada jalur PNF. Sumber masalah tidak akuratnya data ATS ini disebabkan oleh beberapa hal yaitu tidak pernah adanya pemutakhiran data, kurangnya pelibatan pihak asosiasi profesi dan organisasi mitra (IPI, IPABI, Forum Tutor, HIPKI, dan Forum PKBM), pemerintah kecamatan, pemerintah desa, pengelola satuan PNF dan masyarakat dalam melakukan penyisiran ATS.
Menyikapi hal di atas, maka PP PAUD dan Dikmas Jawa Barat sebagai UPT Ditjen PAUD dan Dikmas yang salah satu fungsinya mengembangkan model PAUD dan Dikmas, memandang perlu untuk mengembangkan model yang terkait dengan pendataan ATS sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Adapun judul model yang dikembangkan adalah ”Penguatan Sistem Pendataan ATS Melalui Peran Serta Tripides”, dengan harapan model ini bisa dipergunakan sebagai alternatif untuk mempermudah proses pendataan ATS secara sinergi sehingga menghasilkan data ATS yang akurat secara kuantitas maupun kualitas, dan pada tujuan akhirnya jumlah masyarakat yang berpartisipasi mengikuti Program Indonesia Pintar (PIP) semakin meningkat.
Dalam pelaksanaannya pendataan ATS ini masih ditemukan beberapa permasalahan baik dari segi jumlah maupun akurasi data ATS yang diperoleh khususnya pada jalur PNF. Sumber masalah tidak akuratnya data ATS ini disebabkan oleh beberapa hal yaitu tidak pernah adanya pemutakhiran data, kurangnya pelibatan pihak asosiasi profesi dan organisasi mitra (IPI, IPABI, Forum Tutor, HIPKI, dan Forum PKBM), pemerintah kecamatan, pemerintah desa, pengelola satuan PNF dan masyarakat dalam melakukan penyisiran ATS.
Menyikapi hal di atas, maka PP PAUD dan Dikmas Jawa Barat sebagai UPT Ditjen PAUD dan Dikmas yang salah satu fungsinya mengembangkan model PAUD dan Dikmas, memandang perlu untuk mengembangkan model yang terkait dengan pendataan ATS sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Adapun judul model yang dikembangkan adalah ”Penguatan Sistem Pendataan ATS Melalui Peran Serta Tripides”, dengan harapan model ini bisa dipergunakan sebagai alternatif untuk mempermudah proses pendataan ATS secara sinergi sehingga menghasilkan data ATS yang akurat secara kuantitas maupun kualitas, dan pada tujuan akhirnya jumlah masyarakat yang berpartisipasi mengikuti Program Indonesia Pintar (PIP) semakin meningkat.
Detail Information
- Publisher
- PP-PAUD dan Dikmas Jawa Barat
- Tahun
- 2017
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2023-02-17T08:15:55Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah