Tradisi silahi aek di Desa Tipang
Harvina, Harvina; Hermaliza, Essi; Liyansyah, Muhammad; Lumbantoruan, Gomgom
Masyarakat desa tipang yang mayoritas berpenghidupan dari pertanian sawah tentu memerlukan ketersediaan air dalam aktivitas agrarisnya. Kebutuhan akan irigasi itu adalah cikal bakal terciptanya tradisi silahi Aek. Tradisi ini diwujudkan dengan kearifan lokal yang di kenal dengan'marsirimpa'yakni model pembegian kerja dengan sistem gotong royong. Sistem pengelolaan air secara tradisional ini sudah dilaksanakan hingga sekarang. Tata pelaksanaannya diatur oleh hukum yang tidak tertulis yang ditaati oleh setiap anggotanya yang terdiri dari 7 (tujuh) marga yakni marga; purba, manalu, debataraja, silaban, lumbantoruan, nababan, dan marga hutasoit.
Detail Information
- Publisher
- Balai Pelestarian dan Nilai Budaya Aceh
- Tahun
- 2022
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2022-12-29T04:51:47Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah