Iban dan konstruksi kebudayaannya di Kapuas Hulu
Moch, Andri WP.; Juniawan, Eka; Sofian, Ahmad
Memahami Iban memang tidak akan lebih mudah dari sekedar memahami stigma-stigma julukannya yang dilekatkan pada masa lalu. Pemburu kepala yang ulung, petualang handal, atau Dayak laut. Semua seakan mewakili bagian dari identitas mereka pada masa itu. Meski stigma-stigma seperti itu tentu bukan tanpa alasan muncul dan diberikan oleh para penguasa Inggris, terutama Brooke, dan Belanda. Hampir semua catatan tentang kelompok-kelompok kecil Iban pada masa itu memang selalu menggambarkan bagaimana kemampuan mereka di atas perairan-perairan laut dan sungai. Terutama saat mereka mulai mempertontonkan kemampuannya dalam hal pembajakan dan penguasaan, peperangan, dan juga pada kebiasaannya berburu kepala di jalur-jalur perairan sekitar pantai dan sungai, sebelah Utara dan Barat laut wilayah Kalimantan.
Tetapi yang juga hampir dilupakan oleh semua bahwa peperangan dan perburuan kepala merupakan dua hal yang kerap berlangsung secara bersamaan. Catatan seorang Antonio Pegafeta, dalam persinggahannya di Utara Kalimantan 1521 memberitakan tentang Brune' dan peperangannya terhadap kelompok musuh yang dianggap kafir. "Kapal-kapal ini tidak bermaksud menyerang kami, tetapi akan berperang melawan kaum kafir sambil menunjukkan bukti potongan kepala dari hasil pertempuran mereka (saat itu)". Catatan-catatan seperti ini memang menunjukkan kepada kita bahwa aspek perilaku tertentu, dalam peperangan bukanlah semata milik kelompok-kelompok tertentu. Melainkan juga dapat mewakili siapapun dan untuk kepentingan apapun bagi mereka.
Tetapi yang juga hampir dilupakan oleh semua bahwa peperangan dan perburuan kepala merupakan dua hal yang kerap berlangsung secara bersamaan. Catatan seorang Antonio Pegafeta, dalam persinggahannya di Utara Kalimantan 1521 memberitakan tentang Brune' dan peperangannya terhadap kelompok musuh yang dianggap kafir. "Kapal-kapal ini tidak bermaksud menyerang kami, tetapi akan berperang melawan kaum kafir sambil menunjukkan bukti potongan kepala dari hasil pertempuran mereka (saat itu)". Catatan-catatan seperti ini memang menunjukkan kepada kita bahwa aspek perilaku tertentu, dalam peperangan bukanlah semata milik kelompok-kelompok tertentu. Melainkan juga dapat mewakili siapapun dan untuk kepentingan apapun bagi mereka.
Detail Information
- Publisher
- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
- Tahun
- 2014
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2023-12-26T15:28:58Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah