Sastra lisan Gayo
Hanafiah, Sulaiman; Dahlan, M.; Ishak, Jauhari; Daut, Amir
Sastra lisan Gayo dapat digolongkan ke dalam empat bentuk yaitu: kekeberen, didong, saer atau sair, dan saman. Bentuk kesenian didong dan saman. pada haldkatnya sama didong khusus terdapat di Aceh Tengah, sedangkan saman di Belangkejeren (Gayo Lues) dan Serbejadi. Di Aceh Tengah (Gayo Lut) terdapat juga seni sastra lisan, yaitu tetengkeh. Bentuk dasar sastra lisan ini sama seperti saer atau syair, tetapi lebih bersuasana kehidupan remaja, sedangkan saer adalah yang berisi pelajaran agama. Sastra lisan yang akan dijelaskan dalam bab berikut ini adalah kekeberen serta daerah penelitian di Aceh Tengah (Gayo Lut).
Detail Information
- Publisher
- Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa
- Tahun
- 1985
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2023-03-21T07:48:19Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah