Banda Aceh Dalam Siklus Perdagangan International 1500-1873
Sudirman, Sudirman
Banda Aceh Darussalam sebagai pusat pemerintahan kerjaan Aceh adalah salah satu Bandar perdagangan yang ramai semenjak abad ke-16. Berbeda dengan melaka pada periode sebelumnya yang hanya mengambil keuntungan dari fungsinya sebagai pelabuhan transit saja, Bandar Aceh justru menggabungkan kedua unsur, baik sebgai pelabuhan transit maupun daerah agraris penghasil berbagai hasil bumi yang berasal dari daerah pedalaman.
Detail Information
- Publisher
- Direktorat Jenderal Kebudayaan
- Tahun
- 2009
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2023-07-27T07:12:13Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah