Yogyakarta: dari hutan beringin ke ibukota istimewa
Nurhajarini, Dwi Ratna; Astuti, Retna; Mamfangati, Titi; Muryantoro, Hisbaron; Sunjata, I.W.Panjta; Sumarsih, Sri
Yogyakarta memiliki berbagai peninggalan atau jejak sejarah yang dapat dipakai dalam lintasan waktu yang cukup panjang. Berbicara tentang Yogyakarta, maka tidak bisa dilepaskan dari Kerajaan Mataram Islam yang berpusat di Kotagede. Hal itu karena Mataram Islam menjadi titik yang secara langsung menghubungkan kehadiran Kasultanan Yogyakarta dan Pura Pakualaman yang menjadi awal perkembangan Yogyakarta. Sejak Senopati membangun keratonnya di Kotagede hingga Pangeran Mangkubumi membuka hutan beringin, benang merah sebuah pusat pemerintahan yang melahirkan peradabanyang tinggi tumbuh di wilayah yang sekarang bernama Yogyakarta. Di samping jejak sejarah yang berasal dari kerajaan, Yogyakarta juga menyimpan sejarah dan budaya yang berasal dari bangsa asing seperti kebudayaan yang dibawa oleh kolonial dan juga budaya Tionghoa. Yogyakarta masa awal kemerdekaan juga banyak meninggalkan memori kolektif dan tetenger tentang peristiwa yang terjadi di wilayah ini. Semua peninggalan tersebut merekam tentang perjalanan Yogyakarta.
Detail Information
- Publisher
- Balai Pelestarian Nilai Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta
- Tahun
- 2012
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2023-10-26T07:39:03Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah