Seni pertunjukan Jawa tradisional dan pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta
Soedarsono, Soedarsono
Seni pertunjukan Jawa ritual yang mempertahankan nilai-nilai lama masih banyak berkembang di pedesaan, di samping di kota juga sering ada yang menyelenggarakan. Ada dua contoh bentuk pertunjukan yang dikemukakan oleh peneliti sebagai pertunjukan ritual, yaitu wayang kulit dan gamelan upacara. Wayang kulit ritual yang diselenggarakan di desa-desa pada umumnya untuk kepentingan upacara bersih desa. Sedangkan yang diselenggarakan di kota biasanya untuk upacara ruwatan. Adapun gamelan upacara yang diketengahkan yang jelas masih besar kandungan nilai-nilai ritualnya adalah gamelan Sekati yang oleh keraton Yogyakarta ditabuh sekali setahun untuk memperingati hari Maulud Nabi di Pagongan Lor dan Pagongan Kidul di halaman Masjid Ageng.
Detail Information
- Publisher
- Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Nusantara
- Tahun
- 1989
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-01-12T05:36:33Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah