Mengadu nasib di kebun karet : kehidupan buruh onderneming karet di Aceh Timur, 1907-1939
Umar, Mawardi
Aceh sebagai daerah yang memegang peranan penting dalam perjalanan sejarah di Nusantara, memiliki banyak aspek peninggalan sejarah dan budaya, baik sebelum, selama maupun sesudah kesultanan Aceh, belum terungkap secara menyeluruh. Oleh karena itu, setiap usaha menggali, memelihara, dan mengabadikan peristiwa sejarah dan budaya bangsa patut dihargai di tengah�tengah masih kurangnya bacaan tentang sejarah dan budaya lokal. Buku yang berjudul Mengadu Nasib di Kebut Karet: Kehidupan Buruh Onderneming Karet di Aceh Timur, 1907-1939 ini merupakan bagian dari buku-buku tentang sejarah dan budaya yang dimaksud. Permasalahan buruh temyata sudah lama terjadi, sejak zaman Pemerintah Hindia Belanda, buruh menempati lapisan paling bawah sehingga secara sosial ekonomi buruh selalu berada pada posisi yang tidak menguntungkan, baik karena perilaku semena-mena di tempat mereka bekerja maupun akibat dari regulasi yang tidak memihak buruh. Oleh karena itu, urgensi penerbitan buku ini berkaitan dengan kehidupan sosial bangsa Indonesia yang sedang membangun, khususnya di bidang ketenagakerjaan.
Detail Information
- Publisher
- Balai Pelestarian Nilai Budaya Banda Aceh
- Tahun
- 2015
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2023-11-10T08:40:42Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah