Pemukiman sebagai ekosistem di daerah Irian Jaya
Harinto, Harinto; Ngadino, Ngadino; Wiryanto, Wiryanto
Buku ini berisikan tentang desa Tabri sebagai sasaran utama dan desa Karjasi maupun desa Rim sebagai pembanding. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengadakan inventarisasi dan dokumentasi data Desa Tabri, Karjasi, dan Desa Rim tentang pemenuhan kebutuhan pokok, kekritisan penduduk menerima unsur-unsur budaya dari luar, kerukunan hidup, keragaman mata pencaharian, pemenuhan kebutuhan rekreasi, dan komposisi penduduk berdasarkan umur. Mengadakan analisa dari data tersebut di atas untuk mengetahui lingkungan budaya Desa Tabri, Desa Karjasi, dan Desa Rim.
Keadaan topografi daerah Irian Jaya sangat kasar,yang terdiri dari pegunungan-pegunungan, lembah-lembah yang sempit, dan dataran-dataran rendah yang berawa-rawa. Pada daerah-daerah pegunungan dan lembah-lembah yang sempit tertutup oleh hutan hujan tropis yang lebat, sedangkan pada dataran rendah yang berawa-rawa tertutup oleh hutan bakau dan hutan sagu. Hubungan darat antara desa-desa di pedalaman belum ada, sedangkan desa-desa yang terletak di daerah pantai sudah ada. Hal tersebutmengakibatkan desa-desa di pedalaman terisolir. Masyarakat Irian Jaya terdiri dari kurang lebih 200 suku yang mempunyai bahasa dan adat istiadat yang berbeda. Pada umumnya tiap-tiap suku di Irian Jaya masih kuat dalam memegang teguh adat-istiadatnya. Dengan adat-istiadat yang berbeda akan mengakibatkan lingkungan budaya yang berbeda pula. Lingkungan budaya sebagai lingkungan hidup yang diubah oleh manusia menampakkan diri dalam bentuk pemukiman.
Keadaan topografi daerah Irian Jaya sangat kasar,yang terdiri dari pegunungan-pegunungan, lembah-lembah yang sempit, dan dataran-dataran rendah yang berawa-rawa. Pada daerah-daerah pegunungan dan lembah-lembah yang sempit tertutup oleh hutan hujan tropis yang lebat, sedangkan pada dataran rendah yang berawa-rawa tertutup oleh hutan bakau dan hutan sagu. Hubungan darat antara desa-desa di pedalaman belum ada, sedangkan desa-desa yang terletak di daerah pantai sudah ada. Hal tersebutmengakibatkan desa-desa di pedalaman terisolir. Masyarakat Irian Jaya terdiri dari kurang lebih 200 suku yang mempunyai bahasa dan adat istiadat yang berbeda. Pada umumnya tiap-tiap suku di Irian Jaya masih kuat dalam memegang teguh adat-istiadatnya. Dengan adat-istiadat yang berbeda akan mengakibatkan lingkungan budaya yang berbeda pula. Lingkungan budaya sebagai lingkungan hidup yang diubah oleh manusia menampakkan diri dalam bentuk pemukiman.
Detail Information
- Publisher
- Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional
- Tahun
- 1994
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-01-17T02:58:20Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah