Upacara tradisional labuhan di Pantai Ngliyep Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, Propinsi Jawa Timur
Radjijati, Radjijati; Arief, Suwondo
Upacara Tradisional Labuhan di Pantai Ngliyep Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, adalah merupakan salah satu dari sekian banyak bentuk pernyataan kebudayaan yang hidup dan berkembang di bumi Indonesia. Upacara ini sudah dilakukan sejak lama, yaitu sejak seorang tokoh dan cakal bakal masyarakat Desa Kedungsalam yang dikenal dengan sebutan Mbah Atun masih hidup.
Sampai saat sekarang, Upacara Labuhan di Pantai Ngliyep ternyata masih tetap mendapat tempat yang baik dalam kehidupan budaya masyarakat, terutama masyarakat daerah Jawa Timur. Hal ini terbukti dengan banyaknya pengunjung yang hadir setiap kali upacara tersebut diselenggarakan. Sebagian di antara pengunjung itu, ada yang hanya menempatkan diri sebagai penonton, tetapi juga banyak yang melibatkan diri di dalamnya.
Penyelenggaraan Upacara labuhan di Pantai Ngliyep, antara lain mempunyai tujuan untuk menghormati tokoh mitos penguasa laut Selatan yaitu Mbok Nyai Ratu Mas. Tokoh Mitos ini oleh sebagian masyarakat Kedungsalam dianggap dapat mendatangkan keselamatan dan ketentraman, tetapi juga sebaliknya, artinya dapat mendatangkan mala petaka. Oleh karena itu, setiap tahun sekali, sebagian warga masyarakat Kedungsalam memberikan persembahan sesaji kepada Mbok Nyai Ratu Mas.
Sampai saat sekarang, Upacara Labuhan di Pantai Ngliyep ternyata masih tetap mendapat tempat yang baik dalam kehidupan budaya masyarakat, terutama masyarakat daerah Jawa Timur. Hal ini terbukti dengan banyaknya pengunjung yang hadir setiap kali upacara tersebut diselenggarakan. Sebagian di antara pengunjung itu, ada yang hanya menempatkan diri sebagai penonton, tetapi juga banyak yang melibatkan diri di dalamnya.
Penyelenggaraan Upacara labuhan di Pantai Ngliyep, antara lain mempunyai tujuan untuk menghormati tokoh mitos penguasa laut Selatan yaitu Mbok Nyai Ratu Mas. Tokoh Mitos ini oleh sebagian masyarakat Kedungsalam dianggap dapat mendatangkan keselamatan dan ketentraman, tetapi juga sebaliknya, artinya dapat mendatangkan mala petaka. Oleh karena itu, setiap tahun sekali, sebagian warga masyarakat Kedungsalam memberikan persembahan sesaji kepada Mbok Nyai Ratu Mas.
Detail Information
- Publisher
- Bagian Proyek Pengkajian dan Pembinaan Nilai-nilai Budaya Jawa Timur
- Tahun
- 1997
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-02-01T06:40:10Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah