Dampak pembangunan ekonomi (pasar) terhadap kehidupan sosial budaya masyarakat di Jawa Barat (studi kasus masyarakat desa Pangalengan di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung)
Sariyun, Yugo; Utomo, Budiarto; Sungkono, B.Cs; Kartawinata, Ade M.; Rusnandar, Nandang; Heryana, Agus; Purnama, Yuzar; Roswandi, H. Iwan; Basri, Muhammad; Rostiyati, Ani
Barang-barang yang diperjualbelikan, terutama di Pasar Pangalengan sebagai objek penelitian penulis, merupakan barang-barang sandang, pangan, dan benda-benda lain yang menjadi kebutuhan masyarakat, yaitu barang-barang yang tidak besar, mudah diangkut dan disimpan, serta persediaannya dapat ditambah dan dikurangi dengan lambat laun dan sedikit demi sedikit.
Hal yang menarik perhatian di Pasar Pangalengan adalah adanya bentuk transaksi sayur-mayur. Pangalengan merupakan penghasil sayur-mayur yang cukup besar, dalam partai besar tanpa adanya barang yang ditawarkan di tempat itu. Tiap harinya berkeliaran sejumlah calo yang nantinya berperan menawarkan berbagai sayuran yang masih berada di ladang milik petani.
Petani-petani yang telah siap panen segera memberitahukan kepada sang calo tentang adanya barang yang siap untuk dijual dengan standar harga yang telah ditentukan. Calo-calo ini menunggu datangnya bandar sayuran yang berminat memborong sayuran dengan jumlah besar. Antara bandar dan calo inilah terjadinya transaksi jual beli. Setelah ada kesepakatan, barulah calo ini mempertemukan sang bandar dengan si petani pemilik barang. Biasanya, calo-calo ini di samping mendapat komisi dari sang bandar,juga ada komisi dari petani pemilik barang.
Hal yang menarik perhatian di Pasar Pangalengan adalah adanya bentuk transaksi sayur-mayur. Pangalengan merupakan penghasil sayur-mayur yang cukup besar, dalam partai besar tanpa adanya barang yang ditawarkan di tempat itu. Tiap harinya berkeliaran sejumlah calo yang nantinya berperan menawarkan berbagai sayuran yang masih berada di ladang milik petani.
Petani-petani yang telah siap panen segera memberitahukan kepada sang calo tentang adanya barang yang siap untuk dijual dengan standar harga yang telah ditentukan. Calo-calo ini menunggu datangnya bandar sayuran yang berminat memborong sayuran dengan jumlah besar. Antara bandar dan calo inilah terjadinya transaksi jual beli. Setelah ada kesepakatan, barulah calo ini mempertemukan sang bandar dengan si petani pemilik barang. Biasanya, calo-calo ini di samping mendapat komisi dari sang bandar,juga ada komisi dari petani pemilik barang.
Detail Information
- Publisher
- Proyek Pengkajian dan Pembinaan Nilai-nilai Budaya Jawa Barat
- Tahun
- 1994
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2023-11-24T07:36:54Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah