Dampak sosial budaya akibat menyempitnya lahan pertanian desa Waena Propinsi Irian Jaya
Patiara, John; Soedharto, Bondan; Renwarin, Herman; Osbabur, Mecky
1. Satuan lingkungan pertanian Desa Waena (baca: Kampung Waena) mengalami penyempitan lahan yang cukup besar. Petani cocok tanam Waena dengan sistem berpindah-pindah merasakan benar akibat penyempitan lahan tersebut. Banyak sekali lahan/bekas lahan perladangan mereka yang telah beralih fungsi keperuntukan lain seperti pemukiman, perkantoran dan sarana kehidupan lainnya. Di samping itu beratus-ratus hektar lahan/bekas lahan perladangan telah menjadi lahan kritis yang tidak produktif lagi bila diolah menjadi lahan pertanian.
2. Pada penduduk asli Waena dampak penyempitan lahan pertanian mendorong makin derasnya mobilitas fisik (keruangan) warga masyarakat yang berusaha sekuat tenaga mencari mata pencaharian lain seperti pegawai negeri sipil/militer, buruh/kuli harian pada perusahaan negara/swasta, dan sebagainya.
3. Dengan semakin banyaknya pembangunan pemukiman baru dan sarana kehidupan lainnya di lingkungan dan sekitar desa Waena, desa tersebut semakin "terbuka" terhadap dunia luar. Dengan demikian akulturasi kebudayaan semakin cepat dan dalam beberapa segi cukup menguntungkan karena mendorong lajunya peningkatan kesejahteraan penduduk asli setempat. Namun ekses dari keterbukaan tersebut banyak juga terjadi seperti persaingan antar warga asli Waena, persaingan antara warga asli dengan pendatang dari luar yang kadang-kadang menjurus pada terjadinya konflik-konflik sosial yang semakin tajam.
2. Pada penduduk asli Waena dampak penyempitan lahan pertanian mendorong makin derasnya mobilitas fisik (keruangan) warga masyarakat yang berusaha sekuat tenaga mencari mata pencaharian lain seperti pegawai negeri sipil/militer, buruh/kuli harian pada perusahaan negara/swasta, dan sebagainya.
3. Dengan semakin banyaknya pembangunan pemukiman baru dan sarana kehidupan lainnya di lingkungan dan sekitar desa Waena, desa tersebut semakin "terbuka" terhadap dunia luar. Dengan demikian akulturasi kebudayaan semakin cepat dan dalam beberapa segi cukup menguntungkan karena mendorong lajunya peningkatan kesejahteraan penduduk asli setempat. Namun ekses dari keterbukaan tersebut banyak juga terjadi seperti persaingan antar warga asli Waena, persaingan antara warga asli dengan pendatang dari luar yang kadang-kadang menjurus pada terjadinya konflik-konflik sosial yang semakin tajam.
Detail Information
- Publisher
- Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah
- Tahun
- 1986
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-02-05T02:16:52Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah