Katalog alat berburu dan menangkap ikan koleksi Museum Negeri Prop. Sumut
Ginting, Samaria; Hasanuddin, Hasanuddin; Angin, Sekuja Perangin; Budisetiati, Lisna
Berburu dan menangkap ikan secara tradisional sampai saat ini di daerah Sumatera Utara masih terus berlangsung, khususnya berburu pada umumnya dilakukan oleh kaum laki-laki sedangkan menangkap ikan dapat juga dilakukan oleh kaum wanita. Berburu pada awalnya dilakukan untuk menambah kebutuhan sehari-hari seperti makanan dan menjaga tanam-tanaman dari gangguan binatang. Akan tetapi lama-kelamaan berburu dilakukan hanya sebagai hobby khususnya bagi masyarakat yang tinggal di perkotaan begitu juga dengan alat yang digunakan yaitu masih bersifat tradisional, kemudian berkembang dengan peralatan yang sudah maju seperti senapang, dan lain-lain.
Alat-alat berburu tradisional di Sumatera Utara dibuat dari berbagai jenis bahan seperti kayu, ruyung, bambu, besi, tali dan lain-lain. Hasil buruan selain untuk dikonsumsi sendiri juga dapat di jual. Hal ini dapat kita lihat di daerah Tapanuli Selatan walaupun mereka beragam Islam dan tidak memakan daging babi, tapi mereka berburu babi dan hasilnya dijual kepada orang lain diluar daerahnya atau kadangkala pembelinya yang datang ke daerah Tapanuli Selatan.
Beberapa peralatan tradisional yang digunakan antara lain Tombak, Jaring, Jerat, Ranjang Pangaci, Sumpitan, Sior, Pulut, Gasip, Perangkap, Bedil dan lain-lain. Menangkap ikan juga merupakan kegiatan sebagian masyarakat yang tinggal di pesisir, baik sebagai pekerjaan utama maupun sebagai sampingan, sedangkan sebagai hobby banyak dilakukan masyarakat yang tinggal di perkotaan. Kegiatan ini dilakukan diberbagai tempat seperti Danau, Sungai, Rawa-rawa dan Laut dengan peralatan yang beraneka ragam seperti bubu, serkap, jala, tangguk (durung), sulangat, dotan (jaring), tuar, belat, pancing dan lain-lain.
Alat-alat berburu tradisional di Sumatera Utara dibuat dari berbagai jenis bahan seperti kayu, ruyung, bambu, besi, tali dan lain-lain. Hasil buruan selain untuk dikonsumsi sendiri juga dapat di jual. Hal ini dapat kita lihat di daerah Tapanuli Selatan walaupun mereka beragam Islam dan tidak memakan daging babi, tapi mereka berburu babi dan hasilnya dijual kepada orang lain diluar daerahnya atau kadangkala pembelinya yang datang ke daerah Tapanuli Selatan.
Beberapa peralatan tradisional yang digunakan antara lain Tombak, Jaring, Jerat, Ranjang Pangaci, Sumpitan, Sior, Pulut, Gasip, Perangkap, Bedil dan lain-lain. Menangkap ikan juga merupakan kegiatan sebagian masyarakat yang tinggal di pesisir, baik sebagai pekerjaan utama maupun sebagai sampingan, sedangkan sebagai hobby banyak dilakukan masyarakat yang tinggal di perkotaan. Kegiatan ini dilakukan diberbagai tempat seperti Danau, Sungai, Rawa-rawa dan Laut dengan peralatan yang beraneka ragam seperti bubu, serkap, jala, tangguk (durung), sulangat, dotan (jaring), tuar, belat, pancing dan lain-lain.
Detail Information
- Publisher
- Bagian Proyek Pembinaan Permuseuman Sumatera Utara
- Tahun
- 1996
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-02-15T02:38:33Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah