• Beranda
  • Tentang Kami
    Sejarah Visi dan Misi Tata Tertib Jam Layanan Fasilitas Pustakawan Struktur Organisasi Berita Perpustakaan
  • Layanan Perpustakaan
    Layanan Baca di Tempat Layanan Sirkulasi Layanan Referensi Layanan Penelusuran Informasi Layanan Bimbingan Literasi Informasi Layanan Ekstensi
  • Layanan Referensi
    Layanan Meja Informasi Layanan Bimbingan Penggunaan Koleksi Referensi Layanan Penelusuran Layanan Konsultasi Layanan Kesiagaan Informasi
  • Keanggotaan
    Area Anggota Buku Tamu Survey Kebutuhan Survey Kepuasan Pendaftaran Anggota Online FAQ
  • OPAC
  • Pilih Bahasa : Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu
Semua Komputer Filsafat Agama Sosial Bahasa Sains Teknologi Seni Sastra Sejarah

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
  1. Global Darussalam Academy
  2. Katalog
  3. Kearifan lokal masyarakat adat orang laut di Kepulauan Riau
REPOSITORY ITEM
Repositori Kemendikdasmen
Kembali

Kearifan lokal masyarakat adat orang laut di Kepulauan Riau

Evawarni, Evawarni; Galba, Sindu

Banyak sebutan yang diberikan terhadap orang laut antara lain: masyarakat terpencil, masyarakat terasing, suku asli, masyarakat adat orang laut (seperti dalam penelitian ini), orang sampan, orang Tambus, orang Barok, orang Mantang, Sea Nomads, Sea Peoples, dan Boat Peoples. Sementara mereka sendiri menyebut diri mereka dengan sebutan "Orang Laut" dan mereka tidak merasa terasing.
Begitu juga tentang asal usul mereka, terdapat beberapa versi. Versi cerita lisan mengisahkan mereka berasal dari seceper garam, sedangkan versi Vivienne Wee mengatakan mungkin saja Orang Laut adalah keturunan Raja-raja Melayu dan versi yang terakhir menyebutkan mereka merupakan sisa-sisa dari campuran orang-orang Weddoid dan Proto Melayu.
Pada masa sekarang, mereka tersebar di beberapa tempat di Kepulauan Riau. Diantaranya adalah di Pulau Lipan wilayah desa Penuba Kecamatan Lingga Kabupaten Lingga Propinsi Kepri. Mereka telah bermukim di daerah ini hampir 20 tahun, tetapi kehidupan mereka tidak banyak berubah dari awal mereka dimukimkan.
Mata pencaharian pokok mereka adalah sebagai nelayan dengan peralatan yang sangat sederhana (teknologi tradisional). Hari-hari mereka dipergunakan untuk beraktivitas di laut, karena mereka tidak punya keterampilan untuk bekerja di bidang lain seperti pertanian dan perdagangan.
Mengarungi lautan pada siang hari ataupun malam hari, merupakan rutinitas yang harus mereka lalui untuk . memenuhi kehidupan mereka sehari-hari. Hujan, badai, gelombang besar, bukanlah sesuatu yang menakutkan bagi mereka tetapi merupakan ketentuan alam yang harus disikapi dengan bijak. Untuk itu semua, mereka memiliki kearifan/pengetahuan tentang gejala alam yang mereka warisi dari orang tua dan nenek moyang mereka.
Pada umumnya Masyarakat Adat Orang Laut mengetahui tentang musim, keadaan angin, air pasang surut, tempat-tempat yang memungkinkan terdapat banyak biota laut yang dapat diambil dan cara-cara untuk memperolehnya. Di samping itu, mereka juga mengetahui kiat-kiat yang harus mereka lakukan apabila menghadapi ancaman alam seperti hujan deras, dan angin kencang saat mereka berada di tengah laut. Begitu juga apa-apa yang harus mereka lakukan apabila keadaan alam tidak mendukung aktivitas mereka di laut, sementara mereka harus memenuhi kebutuhan hidup mereka (mereka perlu makan).
Detail Information
Publisher
Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Tanjungpinang, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata
Tahun
2005
Bahasa
id
Last Updated
2024-01-08T03:41:45Z
Subjects / Keywords
Kearifan lokal Penelitian kebudayaan
Akses Dokumen
Unduh PDF
Hak Cipta & Lisensi

Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.

Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).

Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.

Global Darussalam Academy
Global Darussalam Academy
  • Masuk sebagai Admin
  • Download Buku Panduan Aplikasi

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Statistik Pengunjung

Hari ini 4.598
Online: 4.551 Onsite: 47
Bulan ini 76.801
Online: 76.251 Onsite: 550
Total 367.040
Online: 358.441 Onsite: 8.599

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek


© 2026 — Berbasis SLiMS | Dikelola oleh ePERPUS WhatsApp

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik

Isilah satu atau lebih bidang di bawah ini untuk mempersempit pencarian Anda

Kemana ingin Anda bagikan?
Beranda OPAC Login Daftar