Pameran benda cagar budaya hasil temuan di Nusa Tenggara Barat dalam pekan apresiasi budaya NTB '93
Herman, V. J.
Kehidupan masyarakat Nusa Tenggara Barat dewasa ini merupakan proses perkembangan sejarah yang telah dimulai sejak jaman prasejarah. Berbagai peninggalan kebudayaan mulai dari tingkat yang sederhana sampai yang kompleks telah ditemukan, baik melalui ekskavasi Arkeologi maupun temuan masyarakat di Wilayah Nusa Tenggara Barat. Adanya benda-benda temuan seperti ini memberi tanda bahwa peradaban manusia yang hidup di daerah ini pada masa-masa awal tersebut sudah demikian tingginya, sehingga mampu memberi jejak yang pasti bagi penggunaan peralatan atau penciptaan benda-benda budaya bagi manusia yang hidup pada masa selanjutnya.
Disamping itu, adanya kontak dengan budaya luar seperti India, China, dan bangsa-bangsa di daratan Asia lainnya juga telah mempengaruhi corak perkembangan kebudayaan Indonesia pada umumnya dan kebudayaan Nusa Tenggara Barat pada khususnya. Hal ini terbukti dengan adanya temuan berupa manik-manik, nekara yang berasal dari Dongsong, keramik Chuna maupun keramik Asia lainnya dan adanya pengaruh Agama Hindu dalam kebudayaan asli Indonesia.
Keadaan perkembangan budaya masyarakat yang demikian telah memberi ide kepada pihak museum untuk melaksanakan kegiatan pameran benda-benda cagar budaya hasil temuan di wilayah Nusa Tenggara Barat, yang intinya merupakan realisasi dari pada pelaksanaan tugas dan fungsi Museum berupa, mengumpulkan, mengelola, melestarikan, meneliti serta memamerkan benda-benda koleksinya sebagai upaya untuk menyebarluaskan informasi budaya kepada masyarakat.
Benda-benda hasil temuan yang sampai saat ini dapat dihimpun oleh museum merupakan benda hasil ekskavasi arkeologi maupun hasil temuan masyarakat yang telah diberi imbalan jasa yang pantas kepada penemunya. Sedangkan benda temuan yang akan dipamerkan pada kesempatan ini adalah benda-benda temuan pada lokasi: gunung piring, lokasi Pendue, Aik Renung, Doro Kamihi, Sori Na'E Dompu, Penjor, Desa Sugian Kecamatan Sambalia, Batu Beleq dan Teluk Santong.
Disamping itu, adanya kontak dengan budaya luar seperti India, China, dan bangsa-bangsa di daratan Asia lainnya juga telah mempengaruhi corak perkembangan kebudayaan Indonesia pada umumnya dan kebudayaan Nusa Tenggara Barat pada khususnya. Hal ini terbukti dengan adanya temuan berupa manik-manik, nekara yang berasal dari Dongsong, keramik Chuna maupun keramik Asia lainnya dan adanya pengaruh Agama Hindu dalam kebudayaan asli Indonesia.
Keadaan perkembangan budaya masyarakat yang demikian telah memberi ide kepada pihak museum untuk melaksanakan kegiatan pameran benda-benda cagar budaya hasil temuan di wilayah Nusa Tenggara Barat, yang intinya merupakan realisasi dari pada pelaksanaan tugas dan fungsi Museum berupa, mengumpulkan, mengelola, melestarikan, meneliti serta memamerkan benda-benda koleksinya sebagai upaya untuk menyebarluaskan informasi budaya kepada masyarakat.
Benda-benda hasil temuan yang sampai saat ini dapat dihimpun oleh museum merupakan benda hasil ekskavasi arkeologi maupun hasil temuan masyarakat yang telah diberi imbalan jasa yang pantas kepada penemunya. Sedangkan benda temuan yang akan dipamerkan pada kesempatan ini adalah benda-benda temuan pada lokasi: gunung piring, lokasi Pendue, Aik Renung, Doro Kamihi, Sori Na'E Dompu, Penjor, Desa Sugian Kecamatan Sambalia, Batu Beleq dan Teluk Santong.
Detail Information
- Publisher
- Direktorat Jenderal Kebudayaan
- Tahun
- 1993
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-02-26T03:58:40Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah