Pandangan aliran kepercayaan terhadap islam
Permadi, K.
Ajaran agama sebetulnya sama saja. Agama itu mengajarkan supaya kita dekat kepada Tuhan. Percaya kepada Tuhan, takwa, berarti tunduk, patuh kepada perintah Tuhan dan menjauhi larangan-laranganNya.
Kepercayaan kita pun sesuai dengan agama yang demikian, yakni bahwa Tuhan itu ada sekalipun tidak berwujud. Jadi, ini soal keyakinan. Tidak hanya orang beragama saja yang percaya, berdasarkan iman bahwa Tuhan itu ada. Orang yang mengolah kebatinan pun menyadari kehidupan itu demikian halnya, percaya bahwa Tuhan itu ada.
Memang yang menciptakan alam semesta dengan segala isinya itu adalah Tuhan, ada yang bertanya mengenai Tuhan itu, bagaimana? Di mana tempatnya ? Tuhan itu memang tidak berwujud, tidak berbentuk Tempatnya? Adoh tan wangenan , cedhak tan senggolan , yang artinya : jauh tidak ada batasnya, dekat tidak dapat disentuh.
Lantas apa yang harus kita yakini tentang adanya Tuhan itu? Yang harus kita yakini adalah sifatnya. Sifat Tuhan adalah Maha Sempurna. Sempurna dan baik. Kalau kita sudah yakin, bahwa Tuhan tidak berwujud, tetapi yang ada adalah sifatnya, sifat baik, sifat sempurna dan Maha Sempurna, maka kalau kita ingin mendekatkan diri kepada-Nya, berarti mendekatkan diri kita kepada sifat Tuhan itu. Jadi, batin kita harus kita ikat dengan sifat Tuhan. Cipta dan Rasa kita, harus selalu membuahkan Karsa yang baik dan menghasilkan tutur kata dan perilaku yang baik.
Kepercayaan kita pun sesuai dengan agama yang demikian, yakni bahwa Tuhan itu ada sekalipun tidak berwujud. Jadi, ini soal keyakinan. Tidak hanya orang beragama saja yang percaya, berdasarkan iman bahwa Tuhan itu ada. Orang yang mengolah kebatinan pun menyadari kehidupan itu demikian halnya, percaya bahwa Tuhan itu ada.
Memang yang menciptakan alam semesta dengan segala isinya itu adalah Tuhan, ada yang bertanya mengenai Tuhan itu, bagaimana? Di mana tempatnya ? Tuhan itu memang tidak berwujud, tidak berbentuk Tempatnya? Adoh tan wangenan , cedhak tan senggolan , yang artinya : jauh tidak ada batasnya, dekat tidak dapat disentuh.
Lantas apa yang harus kita yakini tentang adanya Tuhan itu? Yang harus kita yakini adalah sifatnya. Sifat Tuhan adalah Maha Sempurna. Sempurna dan baik. Kalau kita sudah yakin, bahwa Tuhan tidak berwujud, tetapi yang ada adalah sifatnya, sifat baik, sifat sempurna dan Maha Sempurna, maka kalau kita ingin mendekatkan diri kepada-Nya, berarti mendekatkan diri kita kepada sifat Tuhan itu. Jadi, batin kita harus kita ikat dengan sifat Tuhan. Cipta dan Rasa kita, harus selalu membuahkan Karsa yang baik dan menghasilkan tutur kata dan perilaku yang baik.
Detail Information
- Publisher
- Direktorat Pembinaan Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan YME
- Tahun
- 1994
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-02-27T02:05:29Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah