Pencaharian sambilan dan kesempatan kerja pada masyarakat petani di Irian Jaya
Syukur, Abdul; Wona, Yunsu; Sipatu, Apollos; Tachier, A.
Dari uraian-uraian tentang masyarakat petani, mata pencaharian sambilan dan kesempatan kerja di daerah Jayawijaya Irian Jaya, dapat dikemukakan beberapa kesimpulan yang merupakan temuan-temuan selama melaksanakan penelitian sebagai berikut :
1. Kehidupan masyarakat petani di daerah ini masih sangat sederhana yang disebabkan oleh pendapatan perkapita mereka masih sangat rendah dan pengaruh keterikatan terhadap adat istiadat.
2. Sistem pertanian yang dianut adalah dengan kebiasaan berpindah-pindah serta alat pertanian yang digunakan masih sangat tradisional.
3. Karena penghasilan masyarakat masih sangat rendah, sehingga tidak memungkinkan untuk dapat membeli alat-alat pertanian yang modern dan lengkap sesuai dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan sekarang ini.
4. Mata pencaharian sambilan dan kesempatan kerja sebenarnya cukup banyak, namun karena keterbatasan pendidikan dan ketrampilan masyarakat sehingga tidak dapat dikembangkan. Untuk itu perlu dilaksanakan latihan ketrampilan khusus sesuai dengan jenis-jenis mata pencaharian sambilan yang terdapat di daerah tersebut.
5. Pengadaan alat-alat pertanian modern sesuai dengan perkembangan teknologi sangat diperlukan, sehingga masyarakat dengan sendirinya akan beralih dan meninggalkan alat-alat pertanian tradisional dan akan mendorong mereka untuk lebih maju dan berkembang sama seperti petani-petani lainnya di luar Irian Jaya.
6. Tempat masyarakat memasarkan hasil produksi pertanian mereka terbatas pada kota Wamena saja. Keterbatasan tempat pemasaran ini perlu segera ditanggulangi dengan mendirikan KUD-KUD, agar melalui KUD-KUD hasil produksi pertanian masyarakat dapat ditampung yang kemudian disalurkan ke kota-kota lain diluar kota Wamena. Dengan demikian gairah masyarakat untuk meningkatkan hasil produksi pertanian mereka akan semakin bertambah.
1. Kehidupan masyarakat petani di daerah ini masih sangat sederhana yang disebabkan oleh pendapatan perkapita mereka masih sangat rendah dan pengaruh keterikatan terhadap adat istiadat.
2. Sistem pertanian yang dianut adalah dengan kebiasaan berpindah-pindah serta alat pertanian yang digunakan masih sangat tradisional.
3. Karena penghasilan masyarakat masih sangat rendah, sehingga tidak memungkinkan untuk dapat membeli alat-alat pertanian yang modern dan lengkap sesuai dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan sekarang ini.
4. Mata pencaharian sambilan dan kesempatan kerja sebenarnya cukup banyak, namun karena keterbatasan pendidikan dan ketrampilan masyarakat sehingga tidak dapat dikembangkan. Untuk itu perlu dilaksanakan latihan ketrampilan khusus sesuai dengan jenis-jenis mata pencaharian sambilan yang terdapat di daerah tersebut.
5. Pengadaan alat-alat pertanian modern sesuai dengan perkembangan teknologi sangat diperlukan, sehingga masyarakat dengan sendirinya akan beralih dan meninggalkan alat-alat pertanian tradisional dan akan mendorong mereka untuk lebih maju dan berkembang sama seperti petani-petani lainnya di luar Irian Jaya.
6. Tempat masyarakat memasarkan hasil produksi pertanian mereka terbatas pada kota Wamena saja. Keterbatasan tempat pemasaran ini perlu segera ditanggulangi dengan mendirikan KUD-KUD, agar melalui KUD-KUD hasil produksi pertanian masyarakat dapat ditampung yang kemudian disalurkan ke kota-kota lain diluar kota Wamena. Dengan demikian gairah masyarakat untuk meningkatkan hasil produksi pertanian mereka akan semakin bertambah.
Detail Information
- Publisher
- Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah
- Tahun
- 1986
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-02-28T02:17:21Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah