Ungkapan tradisional sebagai sumber informasi kebudayaan Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Chaer, Abdul; Safri, Muhammad; Sofyan, Oyon; Djusen, Utjen; Soetardjo, Soetardjo; Zakaria, Endang
Bahasa Betawi atau dialek Betawi erat sekali kaitannya dengan Bahasa Indonesia. Hal ini memang tidak mengherankan karena Bahasa Betawi itu berasal dari Bahasa Melayu yang kemudian menjadi Bahasa Indonesia.
Ungkapan Tradisional Daerah Betawi banyak sekali yang sama dengan ungkapan Bahasa Indonesia. Ada dua kemungkinan tentang hal ini. Pertama memang ungkapan tersebut asli milik masyarakat Betawi mempergunakan bahasa Betawi yang hampir sama dengan bahasa lndonesia. Kemungkinan kedua ialah ungkapan itu berasal dari Bahasa Indonesia kemudian diambil masyarakat Betawi dengan mempergunakan Bahasa Betawi.
Masyarakat Betawi pada saat ini telah bercampur baur dengan masyarakat penda tang dari daera h lainnya, sehingga pemakaian ungkapan tidaklah begitu me nguasai akan ungkapan Betawi. sedangkan para orang tua yang menguasainya tidaklah begitu banyak, dan hampir melupakannya.
Ungkapan-ungkapan Betawi dipergunakan terbatas pada masyarakat Betawi semata bila mereka sedang berkumpul ramai dalam suatu hajatan atau pertemuan dan bisa juga dalam lingkungan keluarga. Para pendatang atau bukan masyarakat Betawi boleh dikata tidak mengetahui akan ungkapan daerah ini. Dalam bentuk kesenian yang mempergunakan bahasa sebagai alat penyampaiannya misalnya lenong, sehibul hikayat dan nyanyian sering diselipkan ungkapan-ungkapan.
Ungkapan Tradisional Daerah Betawi banyak sekali yang sama dengan ungkapan Bahasa Indonesia. Ada dua kemungkinan tentang hal ini. Pertama memang ungkapan tersebut asli milik masyarakat Betawi mempergunakan bahasa Betawi yang hampir sama dengan bahasa lndonesia. Kemungkinan kedua ialah ungkapan itu berasal dari Bahasa Indonesia kemudian diambil masyarakat Betawi dengan mempergunakan Bahasa Betawi.
Masyarakat Betawi pada saat ini telah bercampur baur dengan masyarakat penda tang dari daera h lainnya, sehingga pemakaian ungkapan tidaklah begitu me nguasai akan ungkapan Betawi. sedangkan para orang tua yang menguasainya tidaklah begitu banyak, dan hampir melupakannya.
Ungkapan-ungkapan Betawi dipergunakan terbatas pada masyarakat Betawi semata bila mereka sedang berkumpul ramai dalam suatu hajatan atau pertemuan dan bisa juga dalam lingkungan keluarga. Para pendatang atau bukan masyarakat Betawi boleh dikata tidak mengetahui akan ungkapan daerah ini. Dalam bentuk kesenian yang mempergunakan bahasa sebagai alat penyampaiannya misalnya lenong, sehibul hikayat dan nyanyian sering diselipkan ungkapan-ungkapan.
Detail Information
- Publisher
- Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah
- Tahun
- 1984
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-03-07T01:21:47Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah