Album seni budaya Aceh = cultural album of Aceh
Irsjam, Irsjam; Yusuf, Djamil; Soenarto, Soenarto
Penyelenggaraan Pekan Kebudayaan Aceh pada tahun 1958 dan 1972 di Banda Aceh merupakan usaha Pemerintah Daerah untuk menampilkan bentuk-bentuk seni budaya Aceh dalam rangka pembinaan dan pengembangan tradisi kebudayaan daerah.
Seperti di daerah-daerah lain di Indonesia, kesenian Aceh yang ditampilkan pada Pekan Kebudayaan memperlihatkan ciri-ciri yang khas yang sama di samping ciri keanekaragaman sesuai dengan perbedaan wilayah kebudayaan etnik setempat.
Propinsi Daerah Istimewa Aceh didiami oleh berbagai suku bangsa seperti Suku Aceh, Suku Gayo Lut, Suku Gayo Deret, Suku Gayo Kaluh, Suku Tamiang, Suku Ancuk Jamee, Suku Simeulue. Tiap suku bangsa ini mendiami wilayah tertentu secara turun temurun dan memiliki adat istiadat yang masih bertahan secara tradisional. Kebudayaan etnik setempat tersebut tampil dalam keragaman kependudukan, bahasa, adat istiadat serta kehidupan sehari-hari. Perbedaan kebudayaan ini juga tampak pada perbedaan bentuk-bentuk pernyataan seninya.
Bermacam-macam pakaian adat, tarian, nyanyian, pantun, berbagai jenis bangunan dan sarana lain dalam kehidupan tradisional masyarakat di Aceh makin lama makin terdesak oleh kebudayaan baru. Sisa-sisa benda peninggalan masih sempat diamankan dan disimpan di Museum Daerah dan kegiatan kesenian yang bersumber pada kesenian tradisional tersebut sudah mulai diusahakan dalam bentuk usaha revitalisasi melalui pendidikan dan pembinaan dan pengembangan kesenian tradisional.
Seperti di daerah-daerah lain di Indonesia, kesenian Aceh yang ditampilkan pada Pekan Kebudayaan memperlihatkan ciri-ciri yang khas yang sama di samping ciri keanekaragaman sesuai dengan perbedaan wilayah kebudayaan etnik setempat.
Propinsi Daerah Istimewa Aceh didiami oleh berbagai suku bangsa seperti Suku Aceh, Suku Gayo Lut, Suku Gayo Deret, Suku Gayo Kaluh, Suku Tamiang, Suku Ancuk Jamee, Suku Simeulue. Tiap suku bangsa ini mendiami wilayah tertentu secara turun temurun dan memiliki adat istiadat yang masih bertahan secara tradisional. Kebudayaan etnik setempat tersebut tampil dalam keragaman kependudukan, bahasa, adat istiadat serta kehidupan sehari-hari. Perbedaan kebudayaan ini juga tampak pada perbedaan bentuk-bentuk pernyataan seninya.
Bermacam-macam pakaian adat, tarian, nyanyian, pantun, berbagai jenis bangunan dan sarana lain dalam kehidupan tradisional masyarakat di Aceh makin lama makin terdesak oleh kebudayaan baru. Sisa-sisa benda peninggalan masih sempat diamankan dan disimpan di Museum Daerah dan kegiatan kesenian yang bersumber pada kesenian tradisional tersebut sudah mulai diusahakan dalam bentuk usaha revitalisasi melalui pendidikan dan pembinaan dan pengembangan kesenian tradisional.
Detail Information
- Publisher
- Proyek Media Kebudayaan
- Tahun
- 1982
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-02-12T01:23:17Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah