Album seni budaya Lampung = cultural album of Lampung
Marbun, Abidan M.; Udansyah, Dadang; Soenarto, Soenarto
Kebudayaan daerah Lampung sudah dimulai sejak zaman Prasejarah. Berdasarkan peninggalan prasejarah daerah Lampung termasuk wilayah penyebaran kebudayaan Megalitik dan kebudayaan Perunggu. Kenyataan ini berdasarkan penemuan-penemuan dari daerah tersebut berupa genderang perunggu atau nekara dan patung-patung nenek moyang megalitik dengan gaya patung khas seni patung Pasemah. Pada permulaan abad-abad pertama Masehi diperkirakan pengaruh Hindu mulai masuk ke Indonesia. Pengaruh kekuasaan kerajaan Sriwijaya meletakkan dasar kebudayaan Hindu di daerah Lampung dan yang berkembang terus sampai pada zaman pengaruh kerajaan Majapahit.
Agama Hindu dan Budha sampai sekarang masih meninggalkan bekas-bekas dalam tradisi masyarakat Lampung seperti pada struktur masyarakat, pada alam pikiran dan upacara adat. Seperti di daerah lain di Sumatra, di Lampung agama Islam perkembangannya dimulai dengan kegiatan perdagangan untuk kemudian dikokohkan oleh para penguasa kerajaan. Diduga bahwa agama Islam masuk ke daerah Lampung dari daerah Sumatra Barat. Namun sejarah menunjukkan pula bahwa perkembangan agama Islam di daerah Lampung adalah karena daerah ini menjadi wilayah dakwah Islam dari para mubalig Banten semasa pemerintahan sultan Hasanuddin. Ini tidak berarti bahwa pengaruh Islam tidak berasal dari Sumatra sendiri.
Kesultanan Palembang dalam hubungan perdagangannya, khususnya perdagangan lada, sempat pula meletakkan pengaruh kebudayaan Islam di daerah Lampung Utara, Tulang bawang dikenal sebagai "Perkebunan Lada Lampung" yang selalu menjadi perhatian para pedagang yang berasal dari luar. Tidak mengherankan bahwa daerah Lampung merupakan daerah bertemunya berbagai unsur kebudayaan luar yaitu dari Minangkabau, Melayu, Palembang dan unsur kebudayaan Jawa, khususnya dari Banten. Unsur-unsur kebudayaan luar inilah yang menjadi dasar pembentukan kebudayaan tradisional daerah Lampung.
Kepercayaan kuno yang bersumber pada zaman Prasejarah membentuk tradisi yang mempercayai hal-hal yang gaib, para makhluk-makhluk supernatural dan para arwah-arwah nenek moyang. Kepercayaan kepada Gali-Gasing, raksasa langit yang menerkam bulan; kepada Setatuha, harimau perwujudan arwah nenek moyang; kepercayaan semacam ini melahirkan mantra-mantra, pantangan-pantangan dan segala macam upacara yang ditaati sebagai warisan budaya tradisional.
Agama Hindu dan Budha sampai sekarang masih meninggalkan bekas-bekas dalam tradisi masyarakat Lampung seperti pada struktur masyarakat, pada alam pikiran dan upacara adat. Seperti di daerah lain di Sumatra, di Lampung agama Islam perkembangannya dimulai dengan kegiatan perdagangan untuk kemudian dikokohkan oleh para penguasa kerajaan. Diduga bahwa agama Islam masuk ke daerah Lampung dari daerah Sumatra Barat. Namun sejarah menunjukkan pula bahwa perkembangan agama Islam di daerah Lampung adalah karena daerah ini menjadi wilayah dakwah Islam dari para mubalig Banten semasa pemerintahan sultan Hasanuddin. Ini tidak berarti bahwa pengaruh Islam tidak berasal dari Sumatra sendiri.
Kesultanan Palembang dalam hubungan perdagangannya, khususnya perdagangan lada, sempat pula meletakkan pengaruh kebudayaan Islam di daerah Lampung Utara, Tulang bawang dikenal sebagai "Perkebunan Lada Lampung" yang selalu menjadi perhatian para pedagang yang berasal dari luar. Tidak mengherankan bahwa daerah Lampung merupakan daerah bertemunya berbagai unsur kebudayaan luar yaitu dari Minangkabau, Melayu, Palembang dan unsur kebudayaan Jawa, khususnya dari Banten. Unsur-unsur kebudayaan luar inilah yang menjadi dasar pembentukan kebudayaan tradisional daerah Lampung.
Kepercayaan kuno yang bersumber pada zaman Prasejarah membentuk tradisi yang mempercayai hal-hal yang gaib, para makhluk-makhluk supernatural dan para arwah-arwah nenek moyang. Kepercayaan kepada Gali-Gasing, raksasa langit yang menerkam bulan; kepada Setatuha, harimau perwujudan arwah nenek moyang; kepercayaan semacam ini melahirkan mantra-mantra, pantangan-pantangan dan segala macam upacara yang ditaati sebagai warisan budaya tradisional.
Detail Information
- Publisher
- Proyek Media Kebudayaan
- Tahun
- 1982
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-02-07T02:34:19Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah