Album seni budaya Jambi = cultural album of Jambi
Ramelan, Ramelan; Wiyoso, Wiyoso; Soenarto, Soenarto; Sutopo, Iman; Darminto, Th. A.
Seni rupa di daerah Jambi sudah dikenal semenjak tahun 980 Sebelum Masehi. Hal ini dapat dibuktikan dengan ditemukannya benda-benda mikrolit berupa kapak dan lain-lainnya yang bentuk dan corak garis, dan lengkungnya demikian indahnya. Benda-benda ini ditemukan di dekat danau Kerinci , dan benda ini sekarang berada di Museum Pusat Jakarta.
Di Muara Jambi ditemukan pula sejumlah besar patung Budha yang terdapat di 11 tempat. Di daerah Sarolangun Bangko dan daerah Bungo Tebo ditemukan Prasasti Karang Brahi, relief Amoga Pasha, patung Adityawarman, serta patung-patung Budha lainnya. Kesemua benda itu berada di Museum Pusat Jakarta, dan diperkirakan dibuat ± 1300 Sebelum Masehi.
Jelaslah bahwa pada zaman itu daerah Jambi merupakan suatu kerajaan yang makmur dan megah, penuh dengan karya seni rupa. Hal ini terutama disebabkan oleh Sungai Batang Hari yang menjadi sarana perhubungan yang amat penting, baik bagi armada-armada maupun bagi hubungan dagang, dan lain-lainnya. Sekitar Sungai Batang Hari sangat baik bagi sarana lalu lintas, ditambah pula kekayaan alamnya yang sangat menentukan dalam dunia perdagangan internasional pada permulaan abad Masehi.
Letaknya yang strategis, yaitu di pintu jalan perdagangan dari kepulauan Nusantara dengan pedagang internasional (Laut Tengah, India, Mesir, Cina, dan lain-lain) menyebabkan mudahnya terjadi kontak kebudayaan dengan berbagai bangsa. Kebudayaan asli banyak bertemu dengan Kebudayaan Hindu (Hinduisme dan Budisme), Arab/Islam dan Konfusionisme.
Dengan terdapatnya candi-candi di Muara Jambi (suatu desa kecil di pinggiran sungai Batang Hari) yang cukup besar jumlahnya maka tentu dapat kita perkirakan kemungkinan masih banyak lagi peninggalan kebudayaan dari zaman purba itu di daerah Jambi yang sebagian besar masih berupa hutan belantara. Dari hasil penyelidikan terhadap candi-candi yang terdapat di Muara Jambi itu, dapat dibayangkan betapa indah bangunan-bangunan itu pada waktu dahulu, dan betapa kayanya kerajaan Jambi pada masa itu. Pertukaran kebudayaan terjadi dengan daerah di sekitarnya dan daerah luar sehingga terjadilah perpaduan kebudayaan dengan kehidupan asli, termasuk seni rupa.
Di Muara Jambi ditemukan pula sejumlah besar patung Budha yang terdapat di 11 tempat. Di daerah Sarolangun Bangko dan daerah Bungo Tebo ditemukan Prasasti Karang Brahi, relief Amoga Pasha, patung Adityawarman, serta patung-patung Budha lainnya. Kesemua benda itu berada di Museum Pusat Jakarta, dan diperkirakan dibuat ± 1300 Sebelum Masehi.
Jelaslah bahwa pada zaman itu daerah Jambi merupakan suatu kerajaan yang makmur dan megah, penuh dengan karya seni rupa. Hal ini terutama disebabkan oleh Sungai Batang Hari yang menjadi sarana perhubungan yang amat penting, baik bagi armada-armada maupun bagi hubungan dagang, dan lain-lainnya. Sekitar Sungai Batang Hari sangat baik bagi sarana lalu lintas, ditambah pula kekayaan alamnya yang sangat menentukan dalam dunia perdagangan internasional pada permulaan abad Masehi.
Letaknya yang strategis, yaitu di pintu jalan perdagangan dari kepulauan Nusantara dengan pedagang internasional (Laut Tengah, India, Mesir, Cina, dan lain-lain) menyebabkan mudahnya terjadi kontak kebudayaan dengan berbagai bangsa. Kebudayaan asli banyak bertemu dengan Kebudayaan Hindu (Hinduisme dan Budisme), Arab/Islam dan Konfusionisme.
Dengan terdapatnya candi-candi di Muara Jambi (suatu desa kecil di pinggiran sungai Batang Hari) yang cukup besar jumlahnya maka tentu dapat kita perkirakan kemungkinan masih banyak lagi peninggalan kebudayaan dari zaman purba itu di daerah Jambi yang sebagian besar masih berupa hutan belantara. Dari hasil penyelidikan terhadap candi-candi yang terdapat di Muara Jambi itu, dapat dibayangkan betapa indah bangunan-bangunan itu pada waktu dahulu, dan betapa kayanya kerajaan Jambi pada masa itu. Pertukaran kebudayaan terjadi dengan daerah di sekitarnya dan daerah luar sehingga terjadilah perpaduan kebudayaan dengan kehidupan asli, termasuk seni rupa.
Detail Information
- Publisher
- Proyek Media Kebudayaan
- Tahun
- 1981
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-02-12T01:06:13Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah