Lengkatuwo sang tadulako
Maulidi, Ahmad
Alkisah, hiduplah sepasang suami istri yang bernama Ngimpu dan Ina Tua. Mereka tinggal di sebuah punggung bukit di sebuah desa. Keadaan sekitar bukit itu sangatlah subur. Desa itu bernama Desa Doda yang ada di Kecamatan Besoa, Bada.
Seiring perjalanan waktu, mereka terus berdoa dan berusaha untuk memperoleh buah hati, meskipun usia mereka tidak mudah lagi. Alhasil, berkat doa yang terus-menerus mereka kirimkan kepada Tuhan, akhirnya Ina Tua pun mengandung. Betapa bahagianyaNgimpu begitu mengetahui kehamilan istrinya.
Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Anak yang mereka idam-idamkan pun lahir. Mereka pun menamai putranya dengan nama Lengkatuwo. Kata Lengka berarti purnama dan Tuwo berarti hidup. Jadi arti dari nama tersebut adalah harapan agar sang anak dapat menjadi pembawa hidup yang sempurna untuk dirinya dan orang-orang di sekitarnya. Sang ayah juga berharap bahwa anaknya kelak dapat menjadi pemimpin hebat yang membanggakan seperti halnya Tadulako, pemimpin yang membebaskan.
Seiring perjalanan waktu, mereka terus berdoa dan berusaha untuk memperoleh buah hati, meskipun usia mereka tidak mudah lagi. Alhasil, berkat doa yang terus-menerus mereka kirimkan kepada Tuhan, akhirnya Ina Tua pun mengandung. Betapa bahagianyaNgimpu begitu mengetahui kehamilan istrinya.
Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Anak yang mereka idam-idamkan pun lahir. Mereka pun menamai putranya dengan nama Lengkatuwo. Kata Lengka berarti purnama dan Tuwo berarti hidup. Jadi arti dari nama tersebut adalah harapan agar sang anak dapat menjadi pembawa hidup yang sempurna untuk dirinya dan orang-orang di sekitarnya. Sang ayah juga berharap bahwa anaknya kelak dapat menjadi pemimpin hebat yang membanggakan seperti halnya Tadulako, pemimpin yang membebaskan.
Detail Information
- Publisher
- Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah
- Tahun
- 2018
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-06-13T03:17:16Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah