Organisasi sosial tradisional
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Semua kategori kegiatan yang terorganisir dalam kelompok-kelompok sosial tradisional tersebut terpolakan dalampranata kerjasama berciri gotong royong. Demikianlah muncul banyak pranata tradisional dengan istilah-istilah lokal yang berbeda atau mirip mengenai berbagai aktivitas sosial-ekonomi, seremoni sacral, kesenian, dan sebagainya yang sama. Sama halnya pada masyarakat pedesaan Indonesia pada umumnya, pranata kerjasama atau gotong royong bagi masyarakat Sulawesi Selatan yang multietnik juga berfungsi meringankan dan menyederhanakan pekerjaan berat dan rumit, yang pada gilirannya memperkuat jiwa kehidupan kolektif dan identitas kesukubangsaan (ethnicity).Sudah dinyatakan pada bagian-bagian sebelumnya bahwa semua bentuk kerjasama gotong royong yang dilakukan oleh komunitas-komunitas desa dari keempat kelompok etnik Bugis,Makassar, Toraja, dan Massenrempulu' berfungsi untuk meringankan dan memudahkan kondisi pekerjaan yang berat dan rumit. Lebih dari fungsi praktis tersebut kegiatan gotong royong juga berfungsi memperkuat jiwa persatuan dan hubungan sosial kekerabatan, pertetanggaan hingga kampong atau desa
Detail Information
- Publisher
- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
- Tahun
- 2017
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2025-03-25T23:18:46Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah