Mancia Hitana’ tura Lau Wena Ilala U’ar Neden=Para Shangren dan Pantai Kaca Pulau Neden
Emma Hanubun, Emma; Akib Hanubun, S.Pd., M.Pd, Akib; Evi Olivia Kumbangsila, Evi; Dudung Abdulah, Dul
Suatu siang, ada sebuah kapal layar berukuran besar dengan layar terbuka dan badan kapal terukir aksara Mandarin yang berasal dari Negeri Tiongkok perlahan mendekati dermaga di sebuah pulau kecil yang bernama Pulau Neden. Mereka dijuluki Shangren dari Tiongkok. Kemudian salah satu dari mereka menawarkan barang antik seperti piring antik bergambar ikan koi, kipas milik Kaisar Tiongkok, dan guci keramik ini. Namun, di antara semua barang-barang antik yang dijual, ada satu benda yang menarik perhatian mereka. Benda itu berbentuk bundar menyerupai piring. Benda ini memiliki kekuatan yang bisa membuat hasil panen semakin melimpah tanpa perlu menunggu musim. Masyarakat mulai tergiurkan dan menawarkan sekarung Pala dan Cengkih kepada para Shangren. Mendengar hal tersebut, para Shangren meneyetujui dan langsung kembali ke kapal untuk menyiapkan barangnya. Tiba waktunya para Shangren kembali ke kampung dengan membawa benda ajaib itu dalam jumlah yang sangat banyak. Tiap benda ditutupi kain berwarna hitam. Sebelum diberikannya benda tersebut, ada pantangan yang harus dilakukan. Shangren Berjubah Kuningkemudian menjelaskan bagaimana cara memakai benda ajaib tersebut. Setelah menyampaikan pesan itu, Para Shangren lalu berpamitan setelah diberikan persediaan makanan yang cukup untuk perjalanan selanjutnya. Jantung mereka berdetak dengan cepat menunggu keajaiban yang akan terjadi. Tiba-tiba seorang pemuda kampung datang dengan napas terengah-engah. Wajahnya terlihat panik. Ternyatapara penduduk tertiupu akan benda tersebut, benda-benda itu adalah cermin buatan dan para Shangren itu ialah pengrajin cermin yang sering menipu para penduduk dari pulau lain. Mereka berteriak menyumpahi para Shangren sembari melempar cermin-cermin yang sedari tadi mereka pegang ke arah laut dan menghantam terumbu karang hingga pecah berkeping-keping. Lama-kelamaan kepingan-kepingan itu berubah menjadi pasir putih yang berkilau bila disinari matahari dan dibasahi air laut. Akhirnya, orang-orang menjuluki pesisir Pulau Neden dengan julukan Pantai Kaca sebab pasir dan lautnya yang bening sehingga seolah-olah orang-orang bisa bercermin di atasnya. Bertahun-tahun kemudian, Pantai Kaca Pulau Neden menjadi tempat wisata yang terus didatangi wisatawan dari seluruh penjuru dunia.
Detail Information
- Publisher
- Balai Bahasa Maluku, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
- Tahun
- 2023
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2025-03-25T23:16:20Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah