Papat kupat kanggo Prabu = Empat ketupat untuk Prabu
Artha, Hervianna
Dipo membawa banyak janur ke balai desa. Ketika sampai di balai desa, Dipo melihat temannya yang bernama Giri sedang membuat ketupat. Namun, Giri terlihat sangat murung. Mengapa Giri murung? Lalu, untuk apa warga desa membuat banyak ketupat? Yuk, simak kisahnya dalam kisah “Papat kupat kanggo Prabu”.
Buku ini disajikan dalam dua bahasa (Jawa dan Indonesia) dan dilengkapi dengan ilustrasi yang menarik.
Buku ini disajikan dalam dua bahasa (Jawa dan Indonesia) dan dilengkapi dengan ilustrasi yang menarik.
Detail Information
- Publisher
- Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
- Tahun
- 2023
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2025-05-27T23:59:12Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah