Akbongka bengisik = Menghalau burung emprit
Tonji, Ramlah Daeng
Burung Emprit, salah satu jenis burung penyuka biji-bijian ini, sangat menyukai padi pada fase masak susu. Para petani akan menjaga padinya, dimulai pada masa itu hingga padinya menguning dan siap panen. Ada kebiasaan orang-orang yang tinggal di pedesaan untuk menghalau burung pengganggu tanaman padi para petani dengan menggunakan cara-cara yang tradisional, selain menggunakan tali panjang yang diikatkan kain perca dan aneka bekas kaleng susu, diisi batu-batuan kecil yang dapat menimbulkan bunyi-bunyian. Cara yang digunakan ini, sudah turun temurun, sudah ada sejak dulu. Tidak terkecuali, kebiasaan ini juga masih dijaga dengan baik oleh petani di Desa Bontolangkasa Selatan Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa. Seorang bapak muda dan anaknya, memiliki cara tersendiri untuk mengisi waktunya menjaga padi. Ia lalu menghalau burung pengganggu itu dengan menggunakan pita kaset radio yang dibentangkan di sepanjang sawah yang diikatkan pada bilah bambu yang telah dipotong-potong. Ketika angin bertiup kencang, pita itu mengeluarkan bunyi yang dapat mengusir kawanan burung emprit
Detail Information
- Publisher
- Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan
- Tahun
- 2024
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2025-06-13T01:01:24Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah