Sendi-sendi ilmiah bagi pembinaan bahasa
Kridalaksana, Harimurti
Sebagaimana pemah disampaikan dalam kesempatan Iain, pengembangan Bahasa Indonesia sejak awal ditentukan oleh pemikiran dan saran yang diungkapkan oleh anggota masyarakat yang sangat peduli akan masa depan bangsa Indonesia. Dalam
buku kecil saya Masa-masa Awai Bahasa Indonesia, saya berusaha menuturkan bagaimana perjuangan para tokoh kemerdekaan mengungkapkan pikiran me reka mengenai persatuan bangsa dengan memperjuangkan pengakuan bahasa persatuan Bahasa Indonesia. Tokoh-tokoh seperti Ki Hadjar Dewantara, M.Tabrani, M.Yamin, Soemanang, Soedarjo Tjokrosisworo adalah tokoh-tokoh yang bukan ahli bahasa profes ional, tetapi memelopori tegaknya bahasa persatuan, Bahasa Indonesia. Baru pada pertengahan abad ke-20 dan awal abad ke-21 para ahli bahasa dan ahli ilmu
pengetahuan profesional tarnpil menyumbangkan pemikirannya dalam pembinaan dan pengembangan Bahasa Indonesia. Dalam periode itu dapat kita bedakan para
pendekar bahasa dan para ahli profesional. Para pendekar bahasa bermodalkan kepedulian yang sangat mendalam tentang seluk-beluk bahasanya memberikan sumbangan
pemikiran agar dapat berfungsi secara maksimal dalam bidang ejaan, istilah, dan tata bahasa- semuanya dipandang dari sudut kepakaran masing-masing. Tokoh-tokoh yang dapat disebut pendekar bahasa adalah Prof. Johanes, Prof. Liek Wilardjo, Hadyana Pudjaatmaka, Prof. Mien Rivai, M. M. Purbahadiwidjaja, dan banyak sarjana dalam bidang di luar ilmu bahasa y ang telah menyumbangkan pikirannya bagi kemajuan bahasa kita. Mereka berlainan dari penulis buku ini yang tidak bisa disebut pendekar bahasa karena memang tugasnya adalah mengembangkan wawasan dan ilmu bahasa berdasarkan pendidikannya. Kawan seprofesinya termasuk Prof. Anton Moeliono, Prof. Badudu, Prof. Takdir Alisjahbana, Prof. Slametmuljana, dan banyak sarjana bidang bahasa dan sastra lain yang pekerjaan sehari-hari adalah mengajar dan meneliti bahasa.
buku kecil saya Masa-masa Awai Bahasa Indonesia, saya berusaha menuturkan bagaimana perjuangan para tokoh kemerdekaan mengungkapkan pikiran me reka mengenai persatuan bangsa dengan memperjuangkan pengakuan bahasa persatuan Bahasa Indonesia. Tokoh-tokoh seperti Ki Hadjar Dewantara, M.Tabrani, M.Yamin, Soemanang, Soedarjo Tjokrosisworo adalah tokoh-tokoh yang bukan ahli bahasa profes ional, tetapi memelopori tegaknya bahasa persatuan, Bahasa Indonesia. Baru pada pertengahan abad ke-20 dan awal abad ke-21 para ahli bahasa dan ahli ilmu
pengetahuan profesional tarnpil menyumbangkan pemikirannya dalam pembinaan dan pengembangan Bahasa Indonesia. Dalam periode itu dapat kita bedakan para
pendekar bahasa dan para ahli profesional. Para pendekar bahasa bermodalkan kepedulian yang sangat mendalam tentang seluk-beluk bahasanya memberikan sumbangan
pemikiran agar dapat berfungsi secara maksimal dalam bidang ejaan, istilah, dan tata bahasa- semuanya dipandang dari sudut kepakaran masing-masing. Tokoh-tokoh yang dapat disebut pendekar bahasa adalah Prof. Johanes, Prof. Liek Wilardjo, Hadyana Pudjaatmaka, Prof. Mien Rivai, M. M. Purbahadiwidjaja, dan banyak sarjana dalam bidang di luar ilmu bahasa y ang telah menyumbangkan pikirannya bagi kemajuan bahasa kita. Mereka berlainan dari penulis buku ini yang tidak bisa disebut pendekar bahasa karena memang tugasnya adalah mengembangkan wawasan dan ilmu bahasa berdasarkan pendidikannya. Kawan seprofesinya termasuk Prof. Anton Moeliono, Prof. Badudu, Prof. Takdir Alisjahbana, Prof. Slametmuljana, dan banyak sarjana bidang bahasa dan sastra lain yang pekerjaan sehari-hari adalah mengajar dan meneliti bahasa.
Detail Information
- Publisher
- Laboratorium Leksikologi dan Leksikografi
- Tahun
- 2010
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2021-10-09T15:32:41Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah