Tinjauan tema dan amanat serta latar dan tokoh tenggelamnya kapal van der Wijck dan salah asuhan
Esten, Mursal
Buku Tinjauan Tema dan Surat Serta Latar dan Pokok Tenggelamnya Kapal Van der Wijck dan Salah Asuhan semula merupakan naskah hasil Penataran Sastra 1978.
Kedua novel ini berlatar kehidupan masyarakat Minangkabau
dari suatu kurun zaman yang hampir bersamaan, yaitu abad kedua puluh; pada waktu suasana pembahaman (oleh perkenalan dengan kebudayaan yang baru) juga menyentuh masyarakat tradisional Minangkabau. Kedua novel mulai dengan latar masyarakat agak di pedalaman. Sqlah Asuhan memilih negeri Koto Anau, sebuah negeii yang jauh di pedalaman, dan kota kecil Solok, yaitu sebuah kota kecil yang juga terletak di pedalaman. Sementara itu Tenggelamnya Kapal van der wijck memilih latar desa Batipuh, yang jauh di pedalaman dan kota kecil Padangpanjang, sebuah kota kecil yang terkenal sebagai pusat pendidikan keagamaan di Minangkabau. Pemilihan lokasi cerita yang demikian tentulah bukan tidak disengaja. Latar dengan lokasi cerita itu tentulah akan punya hubungan dengan tema dan amanat yang diungkapkan di dalam kedua novel ini atau tema dan amanatlah yang menghendaki latar yang demikian. Apalagi kalau masalah ini dihubungkan pula dengan latar sosial di mana tema ditempatkan. Di dalam alah Asuhan tema ditempatkan di lingkungan sosial masyarakat
intelektual pendidikan Barat, sedangkan di dalam Tenggelamnya Kapal van der Wijck di lingkungan intelektual pendidikan agama (pesantren). Di dalam Salah Asuhan dipersonifikasikan di dalam tokoh utama Hanafi, sedangkan di dalam Tenggelamnya Kapal van der Wijck dalam tokoh Zainuddin. Hanafi seorang tokoh yang beroleh pendidikan Barat, sedangkan Zainuddin seorang tokoh dengan latar belakang pendidikan keagamaan. Di dalam tema kedua novel ini juga terlihat beberapa persamaan di samping perbedaannya. Kedua novel ini mempermasalahkan persoalan diskriminasi manusia. Di dalam Salah Asuhan persoalannya lebih berat kepada diskriminasi ras, perbedaan bangsa. Sementara itu di dalam Tenggelamnya Kapal van der Wijck persoalannya adalah masalah perbedaan keturunan kesukuan.
Kedua novel ini berlatar kehidupan masyarakat Minangkabau
dari suatu kurun zaman yang hampir bersamaan, yaitu abad kedua puluh; pada waktu suasana pembahaman (oleh perkenalan dengan kebudayaan yang baru) juga menyentuh masyarakat tradisional Minangkabau. Kedua novel mulai dengan latar masyarakat agak di pedalaman. Sqlah Asuhan memilih negeri Koto Anau, sebuah negeii yang jauh di pedalaman, dan kota kecil Solok, yaitu sebuah kota kecil yang juga terletak di pedalaman. Sementara itu Tenggelamnya Kapal van der wijck memilih latar desa Batipuh, yang jauh di pedalaman dan kota kecil Padangpanjang, sebuah kota kecil yang terkenal sebagai pusat pendidikan keagamaan di Minangkabau. Pemilihan lokasi cerita yang demikian tentulah bukan tidak disengaja. Latar dengan lokasi cerita itu tentulah akan punya hubungan dengan tema dan amanat yang diungkapkan di dalam kedua novel ini atau tema dan amanatlah yang menghendaki latar yang demikian. Apalagi kalau masalah ini dihubungkan pula dengan latar sosial di mana tema ditempatkan. Di dalam alah Asuhan tema ditempatkan di lingkungan sosial masyarakat
intelektual pendidikan Barat, sedangkan di dalam Tenggelamnya Kapal van der Wijck di lingkungan intelektual pendidikan agama (pesantren). Di dalam Salah Asuhan dipersonifikasikan di dalam tokoh utama Hanafi, sedangkan di dalam Tenggelamnya Kapal van der Wijck dalam tokoh Zainuddin. Hanafi seorang tokoh yang beroleh pendidikan Barat, sedangkan Zainuddin seorang tokoh dengan latar belakang pendidikan keagamaan. Di dalam tema kedua novel ini juga terlihat beberapa persamaan di samping perbedaannya. Kedua novel ini mempermasalahkan persoalan diskriminasi manusia. Di dalam Salah Asuhan persoalannya lebih berat kepada diskriminasi ras, perbedaan bangsa. Sementara itu di dalam Tenggelamnya Kapal van der Wijck persoalannya adalah masalah perbedaan keturunan kesukuan.
Detail Information
- Publisher
- Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa
- Tahun
- 1985
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2021-10-14T08:13:02Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah