Sastra bukan penjara bagi bahasa: antologi esai karya para siswa SLTA DIY
Sidik, Umar
Di bidang kegiatan tulis-menulis, atau lebih tepatnya mengarang, ada sesuatu yang teriihat tidak seimbang. Ini tidak hanya terjadi di kalangan remaja atau pemuda, tetapi juga di kalangan masyarakat luas pada umumnya. Ketika diselenggarakan kegiatan lomba mengarang, misalnya, lomba mengarang (menulis) puisi atau cerpen lebih disikapi secara antusias, sedangkan lomba mengarang esai cenderung disikapi secara dingin. Ini tidak berarti esai lebih rendah kedudukan dan nilai-nya, tetapi terutama disebabkan oleh belum berakarnya budaya tulis di masyarakat kita, terutama budaya tulis nonsastra.
Berangkat dari realitas itulah, penyelenggaraan lomba penulisan esai bahasa, sastra, dan budaya (Indonesia) bagi siswa SLTA se-DlY oleh Bagian Proyek Pembinaan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah DIY ini menjadi sangat penting artinya. Ini sama sekali tidak dimaksudkan untuk mengisi "kekeringan ruang" dunia tulis-menulis esai, tetapi yang lebih penting adalah agar kelak "dunia yang satu ini" menjadi sebuah tradisi yang mampu mendampingi kita (baca: masyarakat) menghadapi kehidupan modern yang semakin rumit. Bila kita sepakat itu yang kita harapkan, tentu tradisi semacam ini harus terus kita pupuk dan kita kembangkan, lebih-lebih di kalangan remaja dan generasi muda.
Perlu diketahui bahwa buku antologi ini memuat 15 tulisan (esai) karya para siswa SLTA DIY. Lima belas tulisan ini semuanya merupakan naskah yang telah ditetapkan oleh dewan juri sebagai nomine (5 pemenang dan 10 naskah terpilih) dari 60 buah naskah yang masuk. Sesuai dengan tema lomba yang ditetapkan, semua tulisan dalam buku ini membahas masalah bahasa, sastra, dan budaya (Indonesia).
Berangkat dari realitas itulah, penyelenggaraan lomba penulisan esai bahasa, sastra, dan budaya (Indonesia) bagi siswa SLTA se-DlY oleh Bagian Proyek Pembinaan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah DIY ini menjadi sangat penting artinya. Ini sama sekali tidak dimaksudkan untuk mengisi "kekeringan ruang" dunia tulis-menulis esai, tetapi yang lebih penting adalah agar kelak "dunia yang satu ini" menjadi sebuah tradisi yang mampu mendampingi kita (baca: masyarakat) menghadapi kehidupan modern yang semakin rumit. Bila kita sepakat itu yang kita harapkan, tentu tradisi semacam ini harus terus kita pupuk dan kita kembangkan, lebih-lebih di kalangan remaja dan generasi muda.
Perlu diketahui bahwa buku antologi ini memuat 15 tulisan (esai) karya para siswa SLTA DIY. Lima belas tulisan ini semuanya merupakan naskah yang telah ditetapkan oleh dewan juri sebagai nomine (5 pemenang dan 10 naskah terpilih) dari 60 buah naskah yang masuk. Sesuai dengan tema lomba yang ditetapkan, semua tulisan dalam buku ini membahas masalah bahasa, sastra, dan budaya (Indonesia).
Detail Information
- Publisher
- Bagian Proyek Pembinaan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah, Daerah Istimewa Yogyakarta
- Tahun
- 2004
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2017-10-30T08:31:15Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah