Tematisasi dalam translasi dwibahasa: teks bahasa Indonesia-Inggris
Muchtar, Muhizir
Penelitian yang menggunakan teori Systemic Functional Linguistics serta teori Translasi Larson dan Cadford ini pada dasarnya untuk melihat pengedepanan ide dan pemodelan dalam translasi. Pengedepanan ide ini dilihat dari Tema dan pergeseran Tema saat penerjemahan. Sistem Tema dan Rema inilah yang merupakan bagian dari teori Linguistik Sistemik Fungsional. Sedangkan tata cara atau sistem penerjemahan itu sendiri dilihat dari teori Translasi Larson dan Cadford. Maka, dengan penggabungan dua teori ini akan menghasilkan kaidah penerjemahan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia sebagai bahasa sumber atau sebagai bahasa sasaran. Lima jenis teks yang berbeda menjadi sample penelitian melalui uji teks atau identifikasi teks. Kelima teks tersebut adalah (1) British Council, yang meliputi (a) “Dari Nonton Bal sampai Rindu Sambal” dan (b) “Pasar Kerja Alumni” ; (2) Pidato Politik: Masalah Luar Negeri: Timur Tengah tetap Vital bagi Kepentingan AS; (3) Majalah Connexions: Merangkul Teknologi; (4) Majalah Pelangi yang meliputi (a) “Pentingnya Bahasa Inggris di Indonesia”, (b) Dongeng, (c) Kotak Surat; (5) Ceramah: Mempedulikan Nasib Kemanusiaan. Setiap teks diidentifikasi atas Tema dan Rema, baik Tema Bermarkah, Tema Tak Bermarkah, Tema Sederhana, Tema Kompleks, Tema Tunggal, maupun Tema Majemuk. Dari hasil identifikasi inilah diketahui adanya pergeseran tema dalam translasi dan bagaimana terjadinya pergeseran tema dalam translasi. Dari identifikasi ini juga diketahui faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pergeseran Tema. Hasil Penelitian terhadap kelima teks ini dalam translasinya diketahui, pertama, Tema Topikal Majemuk bermarkah merupakan tema dominan baik bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kedua, terdapat tujuh jenis pergeseran tema dalam dwibahasa Inggris-Indonesia, yaitu (1) pergeseran tema sederhana menjdi kompleks atau sebaliknya, (2) pergeseran tema tunggal menjdi majemuk atau sebaliknya, (3) pergeseran tema bermarkah menjadi tak bermarkah atau sebaliknya, (4) pergeseran posisi tema, (5) penambahan tema, (6) pelesapan, dan (7) perubahan tema. Ketiga, faktor yang mempengaruhi pergeseran tema dalam translasi disebabkan oleh pergeseran unit bahasa dari Tema ke Rema atau sebaliknya. Selain itu juga ditemukan penambahan unit bahasa dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia atau sebaliknya seperti konjungsi, sirkumstan tempat, cara, dan waktu. Sebaliknya juga dapat disebabkan adanya pelesapan suatu unit bahasa dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia atau sebaliknya. Pergeseran, penambahan dan pelesapan unit-unit bahasa tersebut menyebabkan dan mempengaruhi bentuk, jenis, dan jumlah tema dari Tema Tunggal menjadi Tema Majemuk dan sebaliknya, dan dari Tema Sederhana menjadi Tema Kompleks dan sebaliknya.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2010
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2017-02-08T04:00:19Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah