Jalur gula: kembang peradaban kota lama Semarang
Ramly, Nadjamuddin; Arbi, Yunus; Wibisono, Anton; Fadli, Kurniawan; Pujiachiri, Danu; Bambang, Kusuma; Susanto, Fredy; Sumayku, Reynold
Sejak abad ke-19 hingga sepertiga awal abad ke-20, industri guladi Pulau Jawa pernah menjadi produsen gula kristal terbesar di duniasetelah Kuba. Pada masa awalnya, jaringan kereta api di Semarang erat kaitannya dengan distribusi hasil bumi pula. Sebagai kota pelabuhan, perdagangan, dan jasa; kawasan kota lama Semarang pada zaman itu merupakan tujuan distribusi hasil bumi sebelum kegiatan pengapalan dilakukan ke pasar dunia. Semarang secara keseluruhan. Namun, tidak hanya sebagai kota
perdagangan dan jasa, kota Semarang pun berbenah untuk menjadi salah satu tujuan wisata unggulan. Ancang-ancang untuk menjadi Warisan Dunia menuntut kesiapan seluruh pemangku kepentingan agar bersama-sama mampu memenuhi persyaratannya dalam hal revitalisasi maupun pengelolaannya secara berkelanjutan.
perdagangan dan jasa, kota Semarang pun berbenah untuk menjadi salah satu tujuan wisata unggulan. Ancang-ancang untuk menjadi Warisan Dunia menuntut kesiapan seluruh pemangku kepentingan agar bersama-sama mampu memenuhi persyaratannya dalam hal revitalisasi maupun pengelolaannya secara berkelanjutan.
Detail Information
- Publisher
- Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya
- Tahun
- 2017
- Bahasa
- en
- Last Updated
- 2018-01-24T02:44:07Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah