Kidung Angling Darma Transliterasi dan Terjemahan Teks
Subandia, I Made; Sudiarga, I Made
Kidung Angling Dharma adalah salah satu karya sastra Bali tradisonal berbentuk puisi. Menurut l.B.G. Sugriwa (1978:5) dalam bukunya Penwitun Pelajaran Kakawin, bentuk nyanyian kidung dapat diketahui pada bait permulaannya memakai "kawitan ~ dua bait. Lalu disusul oleh nyanyian
pendek (pemawak) dua bait, nyanyian panjang (penawa) dua bait, pemawak dua bait, penawa dua bait, demikian seterusnya sampai satu bab cerita, dan kembali lagi "kawitan" untuk bab kedua. Nyanyian kidung pada tiap-tiap baitnya memakai juga aturan pada lingsa Namun, tiap
barisnya tidak memakai koma (carik) seperti halnya nyanyian pupuh ( dalam karya sastra geguritan ), sebab tembang/irama nyanyian kidung berjalan terus perlahan-lahan, tidak berhenti pada waktu mengenai lingsa.
pendek (pemawak) dua bait, nyanyian panjang (penawa) dua bait, pemawak dua bait, penawa dua bait, demikian seterusnya sampai satu bab cerita, dan kembali lagi "kawitan" untuk bab kedua. Nyanyian kidung pada tiap-tiap baitnya memakai juga aturan pada lingsa Namun, tiap
barisnya tidak memakai koma (carik) seperti halnya nyanyian pupuh ( dalam karya sastra geguritan ), sebab tembang/irama nyanyian kidung berjalan terus perlahan-lahan, tidak berhenti pada waktu mengenai lingsa.
Detail Information
- Publisher
- Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
- Tahun
- 1996
- Bahasa
- en
- Last Updated
- 2018-10-19T06:53:00Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah