Peninggalan tradisi megalitik di daerah Cianjur, Jawa Barat
Sukendar, Haris
Peninggalan tradisi megalitik di daerah Cianjur terdiri dari berbagai jenis temuan yaitu: bangunan berundak, batu datar, menhir, batu pelor, lumpang batu dan lain-lain. Peninggalan ini sekarang sudah tidak lagi dikeramatkan, tetapi hanya dibiarkan begitu saja tidak terpelihara. Berdasarkan letak geografis tampaknya bangunan-bangunan
megalitik di daerah Cianjur, sangat erat hubungannya dengan bangunan yang bertradisi megalitik yang ditemukan di daerah Banten Selatan (Baduy). Peninggalan dalam bentuk bangunan berundak yang ditemukan di Ciranjang, Lemahduhur, Pasirmanggu dan Gunung Padang mempunyai bentuk yang sama dengan bangunan berundak yang ditemukan di Cikeusik (Banten Selatan). Bangunan berundak yang banyak ditemukan di daerah ini merupakan bangunan berundak yang hanya dipergunakan untuk pemujaan arwah nenek moyang. Pada masa berikutnya yaitu pada masa perkembangan Islam awal di Jawa Barat, situs-situs bangunan berundak yang dianggap sebagai tempat yang strategis, dipergunakan sebagai tempat pemakaman. Hal ini dapat dilihat pada bangunan berundak di Ciranjang dan di Lemahduhur. Makam-makam yang sudah mempunyai ciriciri penguburan Islam ditemukan di atas bangunan berundak ini. Bentuk bangunan berundak di daerah Cianjur sangat berbeda dengan yang ditemukan oleh Van der Hoop di daerah Pasemah, yang berfungsi sebagai tempat penguburan. Bangunan berundak yang merupakan tempat penguburan biasanya berbentuk piramida.
megalitik di daerah Cianjur, sangat erat hubungannya dengan bangunan yang bertradisi megalitik yang ditemukan di daerah Banten Selatan (Baduy). Peninggalan dalam bentuk bangunan berundak yang ditemukan di Ciranjang, Lemahduhur, Pasirmanggu dan Gunung Padang mempunyai bentuk yang sama dengan bangunan berundak yang ditemukan di Cikeusik (Banten Selatan). Bangunan berundak yang banyak ditemukan di daerah ini merupakan bangunan berundak yang hanya dipergunakan untuk pemujaan arwah nenek moyang. Pada masa berikutnya yaitu pada masa perkembangan Islam awal di Jawa Barat, situs-situs bangunan berundak yang dianggap sebagai tempat yang strategis, dipergunakan sebagai tempat pemakaman. Hal ini dapat dilihat pada bangunan berundak di Ciranjang dan di Lemahduhur. Makam-makam yang sudah mempunyai ciriciri penguburan Islam ditemukan di atas bangunan berundak ini. Bentuk bangunan berundak di daerah Cianjur sangat berbeda dengan yang ditemukan oleh Van der Hoop di daerah Pasemah, yang berfungsi sebagai tempat penguburan. Bangunan berundak yang merupakan tempat penguburan biasanya berbentuk piramida.
Detail Information
- Publisher
- Pusat Penelitian Arkeologi Nasional
- Tahun
- 1985
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2018-10-24T04:33:06Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Computer Science, Information & General Works
Philosophy & Psychology
Religion
Social Sciences
Language
Pure Science
Applied Sciences
Art & Recreation
Literature
History & Geography